



Saat quiz, kami mendapat beberapa pertanyaan, terdiri dari 12 pertanyaan pilihan ganda bernilai 2, dan 3 pertanyaan pilihan ganda juga bernilai 5 yang lebih sulit. Pertanyaan tersebut meliputi pengetahuan umum, sejarah, pengetahuan tentang qatar, science, math, sosial dll. Kami gagal di pertanyaan tentang gambar di mata uang Qatar real hihihi....secara emang ga apal dan mungkin karena kebiasaan kami berbelanja dengan tinggal gesek kali ya? jd ga terlalu merhatiin.
Ada satu lagi pertanyaan yang seru tentang bendera negara. Ketika gambar bendera negara itu terpampang dan diajukan pertanyaan dari negara mana, kami berdua, saya dan suami terus terang bingung. Waduh....ini gambar negara mana? kami sama sekali ga tau or familiar dengan gambarnya. begitu diberi pilihan, dan di pilihan gandanya ada colombia, kami jadi langsung inget bang nazar yang lagis anter beritanya ternyata ada di colombia. ya sudahlah....colombia saja kami jawab, sedangkan nama negara yang lain jg kami ga begitu familiar/tahu benderanya kayak gimana. daaaaannn....the correct answer is....colombia haha....sedangkan yang lain menjawab salah. mereka ga tau nazarudin sih hehe.....thanks to om nazar deh sudah memfamiliarkan colombia buat kami*lho kok?* hihihi.
Satu hal yang bikin oarang-orang pada males ikut ya karena jamnya ga nyaman aja quiznya. jam 10.30 malem baru mulai, dan baru selesai sekitar jam 12 kurang seperempat. Tapi buat keluarga kami yang begadangan karena anak-anak yang begadang sih ga masalah. Anak-anak begadangan sejak summer, sekarang malah habis shubuh baru pada bobok, hadeuuuh, emaknya yang teler abizzz karena siangnya tetep ada aja aktivitas yang harus dilakukan. jadi saat bulan puasa begini anak-anak ikutan sahur deh hehe, tapi silmi juga jd ikutan puasa sampe dzuhur coz dzuhur dia baru bangun*dowenggg*
Sekedar share pengalaman berumroh dengan anak kecil atau bayi dari pengalaman kami dan semoga membantu bagi yang berniat untuk berumroh membawa anak kecil. Kami melakukan umroh saat Silmi berusia 15 bulan, masih menyusu ASI dan oleh karena itulah kami ingin membawa karena umroh bersama anak bisa menjadi solusi bagi orang tua/dewasa yang berniat umroh tapi tetap tenang tanpa perlu meninggalkan si kecil yang sedang menyusu. Kalau bagi kami yang tinggal di Qatar, umroh bisa tiap tahun lewat jalan darat dengan waktu tempuh sekitar 22 jam perjalanan dengan mobil. Kemarin malah ada temen yang cukup berani membawa anaknya yang masih bayi 3 bulan, but so far so good. Kalau dari Indonesia dengan pesawat hanya membutuhkan waktu sekitar 12 jam perjalanan.
Ibadah umrohnya sendiri sebenarnya hanya berlangsung beberapa jam, selebihnya bisa kita lakukan untuk kegiatan lain atau memaksimalkan ibadah di dalam masjidil Haram maupun masjid nabawi. Jadi, karena saya membawa silmi, begitu ibadah inti umrohnya sudah selesai, saya tidak begitu memaksakan untuk selalu ke masjid, dan menyesuaikan dengan kondisi Silmi. Kondisi cuaca sangat berpengaruh pada kondisi tubuh kita saat beraktivitas.
Kami berumroh saat awal summer, jadi udara sudah cukup panas bagi orang Indonesia. Hal ini berefek menjadi cepat lelah dan ingin sering-sering minum dingin dan perlu kita waspadai saat-saat seperti inilah, lelah, cuaca panas, sering minum dingin, daya tahan tubuh menurun......penyakit bisa sangat mudah menghinggapi tubuh kita. Apalagi bagi anak-anak dan ibu menyusui, aturlah ritme kegiatan dengan mengikuti kondisi tubuh kita dan anak. Makanlah dengan teratur, usahakan walaupun pengen jangan terlalu banyak minum dingin. Air zam zam, yoghurt/laban, madu bisa sangat membantu mempertahankan stamina tubuh. Serta jangan lupa untuk banyak-banyak lah berdoa kepada Allah agar ibadah kita lancar tanpa halangan suatu apa.
Hal ini perlu kita timbang betuk-betul karena jangan sampai kita mendzolimi anak-anak untuk kepentingan ibadah kita, tapi sekaligus bisa juga menjadi sarana mengajarkan anak akan nilai-nilai agama. Toh sama saja khan sifatnya seperti saat kita backpackeran or travelling ke luar negeri buat jalan-jalan dengan nilai plus kita bisa sekaligus beribadah.
Persiapan Keberangkatan dan daftar bawaan anak, kalau yang gede kayak kita mah udah biasa ya
Tips n Trik dari keberangkatan sampai selama di sana :
ust like ordinary mom, saya juga punya kegiatan sehari-hari yang hampir sama dengan yang lain. Hanya saja sebagai seorang ibu dengan 2 anak balita, Silmi 3,5 tahun dan Hasan 16 bulan, hidup di perantauan jauh dari kerabat dan sahabat cukup membuat tantangan tersendiri buat saya. Awalnya hal ini juga membuat saya pesimis, tapi saya yakin Allah akan memberikan kami kekuatan dan pertolongan untuk bisa menjalaninya. Karena kami tinggal di negeri orang, alhasil saya harus bisa mandiri tanpa asisten maupun keluarga yang setiap saat bisa dimintai bantuan dalam mengurus rumah maupun mengasuh anak-anak.
Suami saya bekerja 12 jam sehari dengan sistem shift. Saat masuk pagi dia akan berangkat shubuh pukul 04.45. It means pagi-pagi sekali aktivitas saya saat bangun tidur adalah memasak buat sarapan suami berangkat kerja. Biasanya sekalian saya bikin bekal buat Silmi sekolah. Berbagai alat masak amat sangat membantu rutinitas saya di dapur. Bikin bento buat silmi menjadi salah satu aktivitas menyenangkan selain bereksperimen memasak menu-menu baru. Masakan Indonesia tetap menjadi favorit keluarga kami.
Di hari lain, saya isi dengan belajar bersama ibu-ibu Indonesia yang lain, baik bahasa arab, keIslaman maupun parenting grup. Hmmmm rasanya senang sekali punya teman berbagi sesama ibu Indonesia, selayaknya keluarga especially buat kami jauh dari tanah air.
Sepulang mengajar, saya jemput Silmi dan kembali ke rumah melanjutkan aktivitas berikutnya. Selesai anak-anak makan siang, bermain sebentar dengan mereka, dan mereka pun terlelap dalam buaian tidur siang. Saat tidur siang saya manfaatkan untuk nyetrika karena aktivitas ini cukup berbahaya jika dilakukan saat anak-anak bangun. Mesin cuci ada, segala macam peralatan ada....tapi kenapa ya ga ada mesin yang buat nyetrika otomatis...hihi...nyetrikan baju memang aktivitas yg paling saya tidak sukai di rumah....coba ada alat yang bisa masukin baju triiiing keluar udah setrikaan.
Dan saat anak-anak sudah saya antar tidur dan terlelap, it's time for me to mantengin kuliah online di laptop dengan lebih konsentrasi. Belajar dan belajar terus tentang banyak hal....sengaja saya mengambil kuliah online agar tak perlu meninggalkan anak-anak saat belajar, tetap bisa menambah ilmu dari rumah.
jadi begitulah aktivitas saya sehari-hari, walopun kita tinggal jauh dari tanah air....toh masih sama juga ya....just like other Mom, especially Indonesian Mom.