Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker
Tampilkan postingan dengan label live journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label live journey. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 April 2010

Jalan-Jalan ke Qatar Marine Festival 2010

Hari Sabtu kemaren kami menyempatkan diri jalan-jalan ke Qatar Marine Festival 2010. Sebuah ajang pameran kelautan yang kata temen-temen yang udah notnon highly recommended deh pokoknya. Acara ini sebenernya sudah berlangsung sejak tanggal 12 kemarin, dan kami pun begitu liat official web-nya langsung planning ke sana. Tapi karena ayah yang belum libur, umi juga ada acara dan ngajar yo wis baru berangkat kita hari Sabtu sore.

Di Pintu gerbang....here we come.....

Tarian tradisional nelayan....

Silmi udah ga sabar pengen berangkat, kami segera bersiap. Sampai di parkiran ketemu mba Shanti, temen umi yang nonton sama Lathifah. Wah tambah seru.....ada temennya juga. Kami mulai berkeliling dari stand ke stand. Ada macam-macam, sport corner yang isinya volley, ada art yang bikin patung pasir dan lukisan. Trus ada juga food corner, book shop, play ground dll. Yang paling seru di science ada banyak akuarium, ikan, dan binatang laut lainnya. Yee....silmi betah amat ya di sini, bisa lihat bermacam-macam, berwarna-warni ikan. Dan memang serunya, acara seperti ini very well organized, so....kita para pengunjung bener2 merasa nyaman dan enjoy menikmati pameran yang disuguhkan. Subhanallah banget lah, ga pake bayar pula (mana ada di Qatar yang pake bayar kecuali di zoo?). Ya kebalikan dengan di Indo yang apa2 bayar hehe.....bahkan ke toilet. Kalo di sini jarang ada yang bayar kecuali event internasional kayak moto GP, tennis indoor gitu2. Itu pun biasanya hanya untuk menyiasati supaya penonton tidak terlalu mebludak.

akuarium dengan back ground LCD screen


finding nemo....

star fish....silmi ga berani megang.....

tuh khan silmi.....subhanallah indah sekali....


Marine festival ini diadakan di Exhibition centre, di sini memang biasa diadakan pameran, hampir tiap hari bergantian.....sebelumnya ada pamrean kontsruksi...hehe....ga minat kita sih buat dateng, cuma lewat doank n silmi jadi inget Bob The Builder. Nah kalo yang marine festival ini diadakannya di deket pantai belakangnya Doha Exhibition centre. okey....just enjoy it too!

Jumat, 16 April 2010

Dari kuliner ke kuliner

Kalo sedang liburan, ayah biasanya ngajakin kita jalan-jalan sekeluarga. Kadang ke zoo, pantai, mall, atau taman bermain. Nah kalo pas kita jalan ke luar, biasanya juga kita mampir makan di luar. Beberapa saat yang lalu, berhubung dah lama kita ga makan steak( kayak orang ngidam aja), akhirnya kami memutuskan dinner di apple bee. Hmmmm....sepertinya di lidah kami steaknya kok ga sama kayak yang biasanya ya? mungkin karena lidah kami yang ga cocok aja sih. Belum lagi suasana yg buat sebagian cozy buat kami yang bawa anak malah ga begitu nyaman. Finally....besok-besok tetep hunting steak yang memuaskan!

Perburuan steak berikutnya, berdasarkan rekomendasi teman-teman, kami memutuskan ke friday. Kami pernah makan di sana tapi bukan menu steak, sepertinya lumayan. Setelah ayah memesan, sepertinya juga masih kurang cocok juga dengan lidah kami. hmmm....sudahlah kayaknya emang lidah kami ga bakat makan steak nih. Perburuan dinner n cari kuliner lain masih berlanjut pada jalan-jalan berikutnya.

Kali ini berdasarkan rekomendasi seorang teman, kami berburu roti, buat snack aja, jajan gitu lah. Tujuan hari pertama kami hunting fatayer. Fatayer ini sejenis roti yang diberi toping macam-macam. Ada yang manis ada yang asin. Sebenernya kami sudah pernah mencoba beli di warung deket rumah, tapi kok ga enak. Trus kami diberi tahu sebuah warung di deket gharraf petrol station, di situ fatayernya enak. Setelah kami ke sana, kami ditawari bermacam-macam rasa. Karena umi seneng manis umi pilih kombinasi keju-madu dan laban-madu. Ayah yang seneng asin mencoba chicken-keju dan telur-keju. Wah setelah beberapa saat menunggu sambil ngobrol sama kokinya, eh pelayannya orang indonesia ternyata. Dan setelah jadi, kami coba hmmmm yummy sekali memang. Fatayer enak sekali dimakan saat panas, kejunya melting menetes2 ketika digigit, sensasinya sungguh luar biasa.

Jalan-jalan berikutnya kami berburu roti isi keju. Direkomendasikan pula oleh seorang teman, katanya rotinya lembut banget, ga kayak fatayer yg keras. Jadi kalo dari rasa, mirip dengan fatayer yang keju-madu. Rotinya seperti roti sobek, tapi tiap sobekannya agak lebih kecil dari ukuran roti sobek di indo. Bentuknay bulat penuh, satu bulatan isinya banyak banget, jrendol2 kayak permukaan kasur kapuk kalo di kampung. Isinya keju, tapi lebih padat, tidak sampai melting. Kejunya cukup besar, disajikan/dimakan dengan dikucuri madu terlebih dahulu. Biasanya ada topping wijen di atasnya. hmmmm yummy sekali juga, silmi juga makan lahap banget.

Untuk urusan jajan berikutnya,ayah favorit sekali sama donat krispy kreem. Donatnya memang enak banget dan relatif tahan lama. Kalo beli satu lusin jatuhnya jadi murah pula. Ada macam-macam rasa, original, coklat glazed dll.

Dinner berikutnya kami memutuskan jalan-jalan ke pearl, salah satu komplek wisata, shopping mall da apartemen.letaknya di pinggri bahkan di atas laut. Kami ke sana karena tadinya berencana mampir nonton motoGP di lusail, bisa sejalan arahnya. Sesampai di sana, tujuan kami ke noddle house. Ini memang resto asian food, jadi kami yakin pasti cocok. Ditemani semilir angin laut, lantunan musik klasik dari xylophone, suasana yang sangat cozy dan makanan yang yummy....kali ini kami benar-benar puas. Harganya memang relatif mahal, tapi masih ga semahal friday n apple bee sih. Tapi kami puas, dengan menu mie goreng dan sate serta soup bebek bakar. Akhirnya malam itu kami malah ga jadi nonton motoGP, di samping masih babak kualifikasi tapi juga motoGPnya sendiri berlangsung malam banget. Kalo nunggu bisa sampe jam 1-an, trus bunyi suara motor yang bising sangat tidak direkomendasikan buat anak-anak dan bayi. so....better ga jadi aja. Jadinya ayah notnon final sendirian malam berikutnya, dan memang jam 1 malam baru nyampe rumah.

Kalo tempat makan lain yang biasa jadi langganan kami ya restoran thailand. Makanannya cocok di lidah kami, terutama tom yum nya.....hmmmm yummy. Resto thailand langganan kami biar bisa sekalian maen di Al bidda Park ya Thai Smile. Tempatnya cozy, deket masjid, dan ada di komplek al bidda park yang ada play gorund-nya.

nanti berlanjut deh kapan-kapan crita jalan-jalan kuliner kami. Masih ada banyak menu masakan arab yang belum kami cobain.

Kamis, 15 April 2010

Alhamdulillah Hujan Turun

Sebagaimana negara timur tengah yang mempunyai julukan Negeri Padang Pasir, Qatar relatif jarang sekali diguyur hujan. Tapi hujan tetap saja turun sesekali dalam satu tahun. Dulu waktu awal kami sampai di Qatar, peralihan musim dari winter ke summer, nah saat-saat itulah hujan kemungkinan akan turun.

Seperti halnya kemarin, sewaktu kami main ke tempat temen Ayah "Kang Ris" yang tinggal di Messaid (1 jam dari Doha). Tujuan ke sana awalnya untuk silaturahmi setelah kami sama-sama baru saja pulang kampung, saya nengok temen yang habis lahiran dan terakhir mau lanjut ngajak Silmi maen ke sealine. Ternyata begitu keluar rumah temen ima waktu nengok bayi, mendung tebal sudah menggelayuti langit luas. Gelap sekali, dan angin bertiup sangat kencang. Begitu selesai berkunjung ke temen ayah, kami segera memutuskan untuk pulang. Sepanjang jalan, hujan mulai turun disertai petir. Padahal di sepanjang pinggir jalan yang kami lewati hampir semuanya padang pasir. Ya Allah, subhanallah, kilat bersambar silih berganti. Kami hanya bisa meneruskan dan berdoa sepanjang perjalanan. Allahuma soyyiban naafi'an.


hujan di kota Doha


air yang terciprat dari land cruiser yang lewat di depan kami

berlarian dan segera mencari tempat berteduh

Karena saking jarangnya turun hujan, tata ruang dan tata kota negara ini kurang begitu memperhatikan drainase saluran air. Jadi, apabila hujan turun, banjir di mana-mana. Tapi hanya di jalan-jalan, ga sampe ke rumah-rumah. Di Pinggir jalan, tidak akan kita temui selokan. Jadi jalanan yang banjir akan membuat cipratan air yang cukup keras ketika dilewati oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pun kadang ada hal yang unik, anak-anak maupun para orang tua sengaja berhujan-hujanan menikmati guyuran air hujan. Yang sedang berada di dalam mobil, tak jarang membuka kaca mobilnya dan menengadahkan tangan keluar agar terkena tetesan air hujan, lalu melapkan ke muka dan badan.

Hujan kedua baru saja turun kemarin tanggal 14 April. Pagi-pagi ima nganterin Silmi, masih mendung, hanya gerimis rintik-rintik. Siang menjemput silmi juga masih mendung, baru malam dan keesokan paginya hujan turun agak deras. Alhamdulillah hujan benar-benar terasa berkah bagi yang tinggal di negeri padang pasir. Udara yang segar sesudah hujan turun mengingatkan kami pada kampung halaman. Hmmm tak lupa Allahuma soyyiban naafi'an....amien.

Senin, 08 Maret 2010

Kopi Darat Teman Maya

Kopdar atau kopi darat sering menjadi istilah bertemu dengan orang yang belum pernah bertemu langsung tapi sudah pernah berkomunikasi sebelumnya. Kopdar maya berarti bertemu setelah selama ini hanya berkomunikasi di dunia maya. Sebenarnya hal ini sudah sering terjadi, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Tapi memang ada perasaan gimana gitu kalo bisa bertemu langsung setelah beberapa lama hanya tahu menahu melalui internet. Dan kali ini, kopdar saya tidak disengaja, lain mungkin rasnya kalo disengaja, dan saya belum pernah tuh ngerasain yang disengaja. Sometimes pengen juga kopdar sengaja gitu janjian ma teman maya, seru juga kayaknya.


Suatu hari di bulan Juli, saya yang sedang umroh di sms oleh seseorang yang saya juga belum pernah bertemu sebelumnya. Saya hanya tahu karena beliau adalah salah satu kelompok pengajian saya, dan menanyakan apakah saya bisa mengisi atau tidak. Berhubung saya sedang umroh, tentulah tidak bisa, alhasil kami belum jadi bertemu, karena pada pertemuan sebelumnya beliau tidak hadir.


Sesaat kemudian, sms dari beliau kalau suami beliau mengalami kecelakaan dan beliau mohon untuk didoakan mumpung saya sedang di tanah suci. Saya berpikir, seandainya saya berada di Doha dan bisa membantu beliau, tapi kemudian waktu berlalu.

Setiba saya di Doha, segera saya menghubungi beliau, menanyakan kondisi suami dan kemudian menawarkan diri apabila butuh diantar pergi-pergi. Kebetulan saya baru saja dapat SIM dan sedang mencoba mengenal medan/jalan. Ternyata beliau memang sedang butuh diantar pergi-pergi karena belum punya SIM dan selama ini selalu pergi dengan suami, alhasil kemana-mana kami pergi bersama. Dan ini pula kali pertama kami bertemu. Saya juga baru tahu ternyata beliau tinggal tak jauh dari flat kami, bisa dibilang kami tetanggaan.

Setelah beberapa lama kami pergi-pergi berdua, sampailah pada saling meng-add di FB. Sebelumnya saya punya temen di FB yang biasa ikut sebuah milist ibu2, yang beliau memang sangat aktif sekali dan menjadi mutual friend saya dengan beliau. Eh ternyata, beliau juga ikut di sebuah milist tersebut, dan bisa dibilang cukup aktif. Kami baru sama-sama tahu kalo ternyata ini tho mba yang selama ini selalu saya perhatiin advice-nya di milist tersebut. Karena beliau seorang dokter, saya emang sering banget merhatiin jawaban-jawaban beliau di milist.

Dalam benak saya, rasanya ga mungkin deh saya bertemu beliau, secara dia emang cukup terkenal di milist tersebut dan bisa dibilang saya adalah salah satu fans/pengagum beliau. Wah, yang terasa saat itu begitu lucu, terharu (lho kok?) setelah beberapa lama kami pergi-pergi, kemana-mana, saling cerita . Subhanallah memang ukhuwah Islamiyah itu begitu berharga, hal ini tentunya justru menambah saya jadi merasa dekat dengan beliau. Dan ternyata beliau pun baru tinggal di Doha sama lamanya dengan saya, baru sekitar 3 bulan waktu itu. Wah....akhirnya dapet sahabat senasib sepenanggungan, anak beliau pun seusia Silmi, senangnya.....jadi ada teman berbagi, bertanya dan tentu saja karena rumah kami tetanggaan jadi ada teman berbagi makanan alias saling mengirim makanan hehe...


Cerita berikutnya berawal ketika saya masih di Tuban. Ketika suami sudah dinyatakan diterima di salah satu perusahaan oil n gas di Qatar, saya dan suami jadi rajin cari-cari info tentang qatar. Keberangkatan suami belum ditentukan, dan saat itu kami benar-benar memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu, termasuk apabila ada kemungkinan tidak jadi berangkat ke Qatar.


Pencarian informasi kami di mbah google menemukan beberapa blog yang ditulis oleh warga indonesia yang sudah lebih lama tinggal di Qatar. Ada seorang Bu Dhe yang saya senang sekali mantengin blog-nya. Beliau tidak pernah menampilkan fotonya sendiri, hanya anak-anak beliau saja. Banyak cerita yang bisa saya serap infonya di blog beliau. Pengunjungnya pun sangat banyak, dalam hati saya berpikir, rasanya ini orang mungkin cukup terkenal di Qatar. Beliau senang sekali memberi PR, award ke blog-blog tetangga yang juga tinggal di Qatar. Sementara saya simpan dulu cerita ini sampe dengan kami berangkat ke Qatar, dan saya tentu sangat mengingat nama beliau.


Setibanya di qatar, selang beberapa minggu kemudian tempat kerja suami mengadakan family gathering di salah satu Hotel ternama. Saat itu saya berkesempatan bertemu dengan teman-teman suami. Sebelumnya suami sering bercerita tentang seorang teman satu shift, satu bagian yang sering bertukar bawa makanan ke tempat kerja. Dari cerita suami, sepertinya mereka berdua berteman cukup dekat. Ketika gathering, saya dikenalkan oleh suami sama istri temannya tersebut. Teman-teman yang lain memperkenalkannya dengan sebutan Bu Dhe.......and thean tuing....tuing...what? benarkah ini bu dhe yang selama ini sering saya baca blog-nya? eh...ternyata istrinya temen kerja suami saya di Pabrik, satu shift pula, dan tidak pernah membayangkan kalo wajah beliau seperti saat saya bertemu . Dalam bayangan saya, beliau adalah orang yang berpenampilan "sepuh", hehe..ternyata tidaklah demikian. Tapi beliau memang pantas dihormati dan dituakan. Akhirnya kami bercerita tentang blog beliau, tentang keluarga dan banyak ilmu lain yang senang sekali saya mendapatkannya dari beliau.

teriring terima kasih saya buat Bu Dhe and Bu Dokter, atas ukhuwah yang selama ini terjalin, semoga kebersamaan kita di Qatar mempererat ikatan ukhuwah kita dan semoga allah mengumpulkan kita kembali bersama kumpulan orang-orang sholeh di surgaNya kelak. Maaf jika diri ini belum memberi banyak manfaat selama ini.

Senin, 09 November 2009

Akhirnya Pulang Kampung Juga...

Ummu silmi yang awalnya berencana melahirkan di qatar akhirnya merubah keputusan untuk melahirkan di indonesia saja. Banyak pertimbangan yang akhirnya membuat ummu silmi membuat keputusan demikian. semoga ini keputusan yang terbaik buat keluarga kami.
Keputusan ini pun berujung dengan konsekuensi pulang berdua dengan silmi tanpa bisa diantar ayah karena padatnya pekerjaan di pabrik.Awalnya sempat berpikir rasanya akan berat, jangan2 silmi rewel dll, bagaimanapun juga naik pesawat selama kurang lebih 12 jam bukanlah hal yang cukup menyenangkan buat seorang silmi. Alhamdulillah, ternyata Allah sayang sekali dengan kami dan banyak memberikan pertolongan pada orang safar seperti kami, perjalanan lancar,silmi sehat dan ga&rewrl, dia kelihatan menikmati sekali saat-saat di pesawat. Allah berikan pertolongan lewat mbak-mbak tkw dan mas-mas tki yang banyak membantu menjaga, mengajak maen silmi selama perjalanan. mereka suka banget sama silmi yang lucu dan pinter katanya.
setelah transit sebentar di singapur, sampe juga silmi di cengkareng. mbah luluk sudahbsiap menunggu di luar, perjalanan kami lanjutkan ke depok. kami istirahat 2 malam di depok kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat mbahnya silmi yang sekarang pindah tugas di pemalang. kami naek kereta ke stasiun pekalongan, dan alhamdulillah mbah sudah menunggu silmi. kami pun segera pulang, tak lupa mampir nyoto pekalongan dulu karena oerut terasa keroncongan. kami sengaja ke rumah mbah-ayah silmi dulu karena beliau akan berangkat haji tgl 22 oktober, baru kemudian ke mbah -ummu silmi karena juga akan berangkat haji, tapi baru tgl 24 oktobernya.
sesampai di pemalang, hawa sejuk di sekeliling kebun the terasa sangat nikmat buat kami istirahat. hujan, embun pagi hari, dan tak lupa kami jalan-jalan ke kebun the bersama mbah...sungguh nikmatnya...di qatar ga ada yg kayak gini. jadi inget kalo lagi liburan or ada kegiatan di puncak dulu.
tiba saat mbah akan segera berangkat menunaikan ibadah haji, bergantian silmi mengantar mbah-ayah di batang kemudian mbah-umi di pekalongan. silmi sangat antusias dan begitu semangat nunjukin gambar ka'bah yang dulu dilihatnya waktu umroh...katanya 'mbah mau ke ka'bah'...teriring doa buat mbahnya silmi semoga lancar, menjadi haji yang mabrur. mohon maaf bagi teman-teman yang mengenal beliau, barangkali ada salah dan khilaf agar ringan langkah beliau dan diterima ibadah hajinya okeh Allah swt...amien

Minggu, 20 September 2009

Idul Fitri di Qatar

Sedih rasanya meninggalkan Ramadhan dengan segala keterbatasan ibadah yang sudah dilakukan...rasanya selalu menyesal di akhir karena terasa kurangnya ibadah yg kita lakukan dan tidak lebih baik juga dari Ramadhan-Ramadhan tahun sebelumnya, semoga Allah masih mempertemukan kami dengan Ramadhan berikutnya. Idul fitri pun tiba, dan ini pertama kalinya kami beridul fitri di Qatar. Kalo saat idul fitri tidak mudik, kami sudah pernah dulu waktu masih tinggal di Tuban. Dengan kondisi yang sama, ga memungkinkan buat pulang mudik karena lagi hamil gedhe. Sedih sebenarnya, apalagi tetangga-tetangga pada mudik semua, sepi, tidak bisa silaturahmi sama orang tua, saudara di tanah air. Tapi toh semua harus kita jalani dan nikmati saja, jadi pengalaman juga berlebaran di negeri orang.

Rasanya jadi tak ada yang spesial coz Ayahnya Silmi juga masih masuk malem, tidak libur. Tapi Alhamdulillah bisa diijinkan pulang lebih awal agar bisa ikut sholat ied bersama di KBRI. Agenda masak-memasak opor, lontong dkknya juga tak ketinggalan. Yah walopun yang makan juga cuma kami berdua tapi it's ok lah, sekedar melepas kerinduan akan lebaran di kampung halaman.

Jadwal shoat ied pukul 6 sudah disosialisasikan jauh-jauh hari oleh panitia. Kami berangkat ke KBRI pukul 5.30, Alhamdulillah masih banyak yang kosong. Tempat tinggal kami memang relatif dekat dengan KBRI jaraknya. Para keluarga yang laen mulai berbondong-bondong berdatangan dari semua penjuru Qatar, tidak hanya dari Doha saja. Tak ketinggalan para pekerja kontraktor dan para tkw yang memang jumlah orang Indonesianya cukup banyak di Qatar ini. Sholat segera dimulai dengan diawali laporan panitia kegiatan Ramadhan dan sambutan Bapak Dubes. Selesai sholat lanjut dengan khotbah oleh Ust Ihsan Tandjung dari Indonesia. Saat terdengar takbir....dada ini rasanya kok sesak juga...teringat ibu dan Bapak nun juah di rumah. Semoga suatu saat nanti, di kesempatan yang laen kami masih bisa bersilaturhami dengan orang tua kami yang sangat kami sayangi. Hanya doa yang bisa kami kirimkan untuk saat ini.

Selesai sholat, para pekerja kontraktor dipersilahkan mengantri makanan sarapan yang sudah disediakan panitia. Mereka juga harus berlebaran di negeri orang, dengan tanpa istri maupun sanak sodara, ga ada yang masakin lontong opor juga, bahkan mungkin banyak juga yang sudah berkali-kali berlebaran di Qatar. Sedangkan kami bersilaturahmi dengan teman dan kenalan untuk bermaaf-maafan dan mengucapkan selamat. Melihat betapa banyaknya ternyata rekan-rekan dari Indonesia cukup menghibur hati....ternyata banyak juga yang senasib sepenanggungan...berlebaran jauh dari kampung halaman.

Sampai di rumah, tak ketinggalan kami saling berkunjung dengan tetangga-tetangga yang memang masih ada 6 keluarga termasuk 3 keluaraga Malaysia. Sebelumnya tak lupa kami menelpon orang tua kami di Indonesia, menyantap lontong opor yang sudah saya masak n hidangan lebaran lainnya. Alahmdulillah nikmatnya hari ini....sorenya ternyata masih ada acara halal bi halal temen-temen kerja Ayahnya SIlmi yang orang Indonesia...fhuh kenyang juga ternyata, Alhamdulillah jalanan lumayan sepi, jadi saya masih bisa nyetir dengan leluasa...katanya kalo orang Qatari ga ada tradisi halal bi halal pas lebaran, yang ada mereka pada istirahat tidur sehabis sholat ied karena sudah disibukkan dengan lelahnya i'tikaf di 10 hari terakhir...subhanallah...gitu ya? iya kali...

Over All, kami sekeluarga mengucapkan Taqabballahu minna wa minkum buat semuanya, mohon maaf atas segala khilaf kami selama ini, baik di dunia maya, perbuatan kami yang kurang berkenan....

Selasa, 18 Agustus 2009

Perayaan Kemerdekaan di Flat

Hari ini sodara-sodara, jadinya ibu-ibu tetangga di flat yang anaknya udah pada gede-gede ngadain lomba-lomba. Kami bersembilan di flat ini memang mayoritas dihuni orang Indonesia, dan satu perusahaan. 6 keluarga Indonesia, dan 3 Malaysia, tak lupa kami ajak anak-anak Ma;aysia untuk ikut meramaikan. Kalo dihitung jumlah anak-anaknya sebenarnya sedikit, belum lagi ruangan yang terbatas di Flat, tapi semua itu tak meyurutkan semangat para ibu-ibu untuk ikut memeriahkan hari Kemerdekaan, agar anak-anak pun masih bisa merasakan perayaan kemerdekaan seperti halnya kami kecil dahulua. Di tengah para warga sedang pulang, kami termasuk yang masih utuh satu flat, ga ada yang pulang. Di samping karena baru dateng dari Indonesia Februari kemaren, tapi juga nyimpen cuti untuk pulang lebaran nanti, kalo saya lebaran pun mungkin tidak pulang.



Lomba anak-anak seperti biasa ada makan kerupuk, memasukkan air ke dalam botol, balap sambil jepit balon di kaki, susun korek api dll. Rata-rata anak-anak di sini umur 3-6 tahun, jadi dibagi 2 kelompok kecil dan besar. Meriah sekali, rame, jadi berasa di kampung halaman hehe....Saya termasuk keluarga yang termuda, anak saya baru Silmi yang belum ada 2 tahun, jadi kami cukup jadi penggembira saja. Silmi sibuk makan kerupuk sambil megang balon lari-lari kemana-mana, its OK lah yang penting meriah. Semua lomba sudah selesai, para pemenag sudah ada, tinggal para ibu menyiapkan hadiahnya....nah lho? hehe...tenang anak-anak, hadiah akan dibagikan tanggal 22 Agustus alias minggu depan, sekalian kita buka bersama dan pengajian bareng Ramadhan pertama kita di negeri orang., just wait "n see

Kamis, 23 Juli 2009

Umroh 2009

Alhamdulillah tanggal 24 Juni s.d 5 Juli kemaren kami sekeluarga berkesempatan menunaikan ibadah umroh dengan lancar, tanpa halangan yang berarti. Awalnya kami berencana menjalankan ibadah umroh kali ini dengan naik mobil sendiri, tapi berhubung suami sebagai sopir belum pernah, tidak tahu jalan dan ini umroh pertama kami, akhirnya kami memutuskan dengan naik bis lewat hamlah/agen. Untuk biaya umrohnya sendiri ada 2 jenis, yang biasa hanya 900 QR per orang ( sekitar 2,5 juta rupiah), sedangkan untuk VIP 1600 QR per orang (Sekitar 4,5 juta rupiah), itu belum termasuk makan. Untuk anak di bawah usia 2 tahun seperti Silmi gratis alias tidak dikenai biaya, hanya saja tentu dia harus dipangku/tidak dapat seat. Awalnya kami mendaftar untuk VIP karena pertimbangan kenyamanan dan saya sedang hamil. Akan tetapi, untuk VIP tanggal segitu tidak ada karena kuota peserta tidak terpenuhi. VIP available baru tanggal 8 Juli, artinya kami harus mengundurkan waktu 2 minggu dari rencana semula. Akhirnya dengan pertimbangan usia kehamilan saya yang pas saat tanggal 24 Juni (sudah melewati trimester I dan perut belum terlalu besar) serta khawatir semakin di undur cuaca semakin panas (puncak summer diperkirakan Juli-Agustus) kami memutuskan menggunakan jenis yang biasa dan tetap tanggal 24 Juni 2009 kemarin. Cara pendaftarannya cukup mudah, hanya dengan menyerahkan foto 3x4 background putih 2 lembar dan pasport.

Alhamdulillah ternyata perjalanan dengan bus biasa masih dapat kami rasakan cukup nyaman. AC masih bisa kami rasakan sejuk walopun suhu di luar cukup panas dan penumpang yang cukup banyak (50 orang). Bus melaju meninggalkan Doha pukul 07.00, tidak begitu terlambat karena kami diharuskan berkumpul pukul 06.00. Pukul 08.00 kami sampai di border Saudi, memang cukup dekat. Suasana yang sungguh jauh berbeda kami rasakan antara Qatar dan Saudi. Qatar dengan segala infrastruktur yg cukup bagus, perlatan canggih sangat jauh berbeda dengan Saudi.. Waktu cukup lama kami habiskan di border untuk mengurus segala urusan imigrasi. Di Border Qatar semua berlangsung sangat cepat. Ketika di border Saudi....wuih lama banget. Kami diharuskan stempel passport, finger print dan foto di loket imigrasi. Padahal saat itu ramai sekali, komputer dan petugasnya hanya 1, dan kami harus menunggu semua penumpang selesai. Belum lagi kalo ada orang Qatari/Saudi yang tidak bisa menunggu dan antri dengan baik. Mungkin jika memakai mobil pribadi tidak akan selama ini, karena prosesnya hanya untuk beberapa orang saja, sedangkan penumpang bus kami ada banyak. Akhirnya kami shalat dzuhur dan makan siang di border. Saat semua urusan imigrasi selesai, giliran pemeriksaan barang. Barang-barang yang ada di dalam bus semua harus diturunkan untuk diperiksa...kalo di Saudi menggunakan anjing pelacak, padahal kalo Qatar udah pake screening kayak di bandara. Semua proses selesai, bus melaju lagi, sepanjang jalan yang kami temui adalah hamparan padang pasir, dan peternakan unta.

Selesai umroh, di tempat tahalul

Setelah perjalanan yang cukup lama, dengan istirahat sesekali untuk makan dan sholat, akhirnya pukul 04.30 kami sampai di miqat. Kami segera berbersih diri untuk bersiap ihram s.d Masjidil haram nanti. Selesai bersih-bersih, memakai ihram dan shalat shubuh kami segera kembali ke bus unntuk melanjutkan perjalanan. Pukul 06.00 kami berangkat dari miqat dengan tak hentinya mengucapkan talbiyah s.d Makkah. 1,5 jam kami sampai di hotel tempat kami menginap, menurunkan barang-barang dan segera bersiap menuju masjidil haram. Ternyata jarak hotel kami dengan Masjidil Haram dekat sekali. Kami berjalan hanya 10 menit sudah sampai. Sungguh sebuah perasaan yang tidak tergambarkan rasanya ketika sampai di Masjidil Haram dan Ka'bah ada di depan mata kami. Kami segera melakukan umroh, Alhamdulillah jamaah lumayan sepi, jadi untuk thawaf dan Sa'i tidak terlalu berdesak-desakan. Kami bahkan mampu menyentuh rukun Yamani, walopun untuk Hajar Aswad tetap tidak memungkinkan. Semua prosesi umroh sudah selesai, kami kembali ke hotel untuk istirahat dan makan. Saat menjelang dzuhur baru kami berangkat menuju Masjidil Haram lagi. Kami sengaja tetap di Masjid hingga Ashar tiba. Selesai sholat Ashar kami ke hotel untuk istirahat dan bersih-bersih, baru Magrib dan Isya kami ke Masjid lagi. Demikian setiap harinya, praktis Silmi pun ikut serta di Masjid.

di pelataran Masjidil Haram

Satu hal yang cukup kami rasakan kewalahan adalah Silmi yang asyik berlari-larian ke sana ke mari. Saat tdiak waktu sholat, masih bisa kami jaga, kadang saat sholat juga dia ikut sholat dan tidak berlarian. Akan tetapi saat sholat Isya yang cukup panjang Dia lama-lama ga betah juga. Sempat beberapa kali Silmi hilang saat Sholat Isya. Padahal justru saat itu jamaah cukup banyak. Padahal saya juga sudah menyematkan name tag di bajunya, akan tetapi dia lolos juga dari pegangan dan pantauan kami. Akhirnya besok-besoknya Simi digendong sama Ayahnya saat Sholat Isya. Kalo kata orang-orang kakinya suruh diikat pake tali yang diikatkan juga di baju abaya saya. tapi rasanya kok tidak tega. Juga saat memilih tempat untuk sholat, usahakan di deket orang asia/indonesia/malaysia. Karena orang-orag tersebut cukup ramah dan menegur anak kecil dengan hati-hati. Kalo orang Arab, anaknya sendiri saja, kalo nangis pas lagi sholat...bisa dipukulnya, apalagi kalo sama anak orang lain. Minimal dibentak atau didorong kalo sampai Silmi ngalangin tempat Sholatnya. Padahal khan dia masih kecil, ga ngerti juga khan?

Dan Silmi juga ga mau makan plus minum susu. Dia hanya mau susu UHT yang pake sedotan, mungkin karena sudah kenyang dan tercukupi minum air zam-zam yang tersedia berlimpah dan dia minum berkali-kali selama di masjidil haram. atau karena tidak betah di tempat yang baru...Wallahua'lam....

bersama rombongan jamaah umroh warga Indonesia di Qatar, dengan background jabal Tsur


di Jabal Rahmah

Hari ketiga kami ditawari ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Makkah oleh seorang teman dari Indonesia yang biasa jadi guide, dia tinggal di Makkah. Sekalian mengambil air zam-zam dari tempat pengambilan umum, bukan di masjid. Subhanallah kami jadi mereview sirah Nabawi ketika menyaksikan sendiri tempat-tempat tersebut, sungguh perjuangan Rasulullah menyebarkan dienul Islam ini, serta pertolongan Allah atas semuanya sangatlah luar biasa. Terbayang saat membayangkan Asma' binti Abu Bakar menaiki bukit ketika hamil besar, ternyata bukit itu sangatlah terjal, bahakn memakan waktu 2 hari mungkin untuk sampai ke atas bagi ukuran wanita yang sedang hamil. Dan lain sebagainya. Sebenarnya paket umroh kami pun ada ziarah juga, tapi waktunya tidak lama, bahkan hanya melihat saja selintas ketika kami menuju Madinah.


Setelah 7 hari di Makkah kami menuju Madinah. Perjalanan Makkah- Madinah dengan Bus sekitar 10 jam. Di Madinah cuaca relatif tidak sepanas Makkah. Hotel kami cukup jauh dari Masjid nabwai tapi jika ditempuh dengan jalan kaki juga masih memungkinkan. Hotelnya dekat dengan Restoran Indonesia, jadi kami mudah mencari makan. Waktu di Makkah kami catering masakan Indonesia sama orang Indonesia yang memang biasa menyediakan jasa catering buat jamaah haji dan umroh dari Indonesia. 2 malam di Madinah, paginya kami bersiap untuk pulang. Alhamdulillahs semua berjalan dengan lancar. Hanya saja lumayan pegel buat saya memangku Silmi perjalanan Madinah-Doha 20 jam di bis. Begitu juga waktu berangkat....yah tinggal pegelnya sekarang begitu nyampe rumah.

Sabtu, 22 November 2008

It’s time to move

Ya...seminggu belakangan ini, ima memang disibukkan dengan banyak hal seputar kepindahan kami. Suami masih di Qatar, jadi segala sesuatunya mau ga mau harus ima urus sendiri. Belum lagi urusan sekolah yang rasanya ga kelar-kelar. Tapi semuaitu tetap berusaha kuselesaikan, bagaimanapun amanah harus diselesaikan, jangan sampai meninggalkan kewajiban yang belum selesai. Hampir setiap hari nglembur2 ngerjain koreksian UTS anak-anak n laporan keuangan. Pfuih....rasanya Silmi jadi agak terabaikan walopun tetap pas waktu nyusuin ya....nyusuin n rehat sebentar dari aktivitas2 yang laen.

Kami (saya n Silmi) memang memutuskan untuk pindah ke rumah orangtua (Mbahnya Silmi) di Pekalongan coz sebagai istri yang baik, rasanya kurang ahsan berada di tempat rantau sendirian, pun ortu yang selalu khawatir akan kondisi kami. Dari pada malah bikin khawatir n ortu malah jadi bolak-balik padahal Pekalongan-Tuban bukan jarak yang dekat, akhirnya ima putuskan untuk pindah ke pekalongan sementara sampe ayahnya Silmi jemput. Barang-barang kami bawa dan rumah dikontrakkan ke temen yang memang sedang butuh tempat tinggal dan bisa dipercaya.

Beberapa hari ini pun diisi dengan banyak agenda perpisahan. Sebuah acara yang sebenarnya aku ga begitu nyaman buat dateng. Yah....berat rasanya, tapi semua itu berusaha ima jadikan kesempatan menyelesekan segala amanah, meminta maaf dan berpamitan yang terakhir kali, agar ima bisa lebih tenang meninggalkan semua, mumpung ada kesempatan dan kita tak pernah tahu apakah suatu saat Allah memberikan kesepmatan kami bertemu lagi atau tidak.

Sabtu malam tanggal 8 November 2008, rombongan Bapak mertua n truk datang. Pagi-pagi sekali tanggal 9 November 2008, barang-barang dah dinaikkan ke truk. Truk berangkat lebih dulu dari mobil kami. Mobil yang ima tumpangi harus muter dulu ke tempat teman buat ngambil paspor yang baru diambil kemarin Jum’at. Paspor udah di tangan, Mobil segera melaju meninggalkan Kota Tuban menuju ke Pekalongan. Hujan rintik-rintik menemani perjalanan kami. Sore hari kami tlah tiba di Rumah Pekalongan, barang-barang emang sengaja kami titipkan di rumah orangtua kami. Magrib baru selese bongkar-bongkar. Malam segera datang, lelah rasanya, tapi melihat semua masih serba berantakan rasanya badan ini tak mau diam untuk segera beres2. Beberapa saat kemudian lelah tak mampu kutahan lagi, waktunya istirahat.....dilanjutkan besok lagi beres2nya.....kalo urusan beres2, rasanya kok ga selese2 ya?