Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2008

Innalillahi.....Ku Kembali Merenung

Pagi ini, kudengar berita duka dari seorang teman di Tuban. Yang membuatku kaget, waktu kudengar almarhumah anak IPB'41. Kok ima bisa ga tahu? Ternyata, beberapa waktu yang lalu, kucoba mengingat2 berita duka seorang akhwat yang kecelakaan dan koma. Waktu itu, hanya do ayang mampu kupanjatkan. Tapi tak pernah kusadari kalau seorang akhwat itu berasal dari Tuban dan rumahnya tak jauh dari tempat tinggal ima. Kucoba mengingat2 kembali sosok almarhumah....akhirnya kuingat siapa sosok Frita Rahmawati, Fahutan41. Aku tak begitu mengenalnya karena kami beda fakultas....tapi, jalan dakwah ini menautkan hati kami dan mebuatku merasa begitu teramat sangat menyesal, kenapa ima baru menyadari jikalau almarhumah berasal dari Tuban. Yah...ima juga memang bukan orang tuban asli dan SMA-pun ga di sini, wajar lah ya kalo ima tidak mengetahuinya. Kenapa ima baru merasa dekat ketika tubuhnya sudah membisu di semayamkan di Tuban? Sungguh pertemuan akhir yang sungguh menyesakkan dada.

Terlepas dari semua itu....ingatanku kembali ke masa kuliahku dulu, Ya Allah memang maut adalah rahasia Allah. Kuteringat kembali kala diriku, yang bolak-balik Bogor-Depok dengan sepeda motor andalanku mengalami kecelakaan. Alhamdulillah masih tak jauh dari Kampus. Satu hal yang begitu membuat diriku tersedu sejenak....betapa saudara2ku dengan cepat menolongku...membantuku di tengah ketiadaanku akan sanak saudara, keluarga. Menungguiku hingga keluar dari rumah sakit, membantu banyak hal yang rasanya tak mampu kusebutkan betapa berartinya semua itu. Ku tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi tanpa kalian Saudara-Saudariku. Kuteringat kebaikan Saudara-Saudariku yang kini mungkin kini, kita tlah lama tak bersua.Dan hanya kepada Allah-lah kita akan kembali, segala kesehatan, keselamatan, semua bersumber dari-Mu ya Illahi Rabbi.

Teriring doa untukmu Saudariku Frita Rahmawati, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Semoga kesyahidan yang menjemputmu.....menemui sang Khaliq, dan surga-Nya menantimu. amien....

Kukembali merenung...sudah siapkan diriku jikalau menemui-Nya saat ini? Sementara dosa2ku begitu menggunung, perbekalanku tidaklah banyak. Dan hatiku begitu kotor, terutama stelah kuketahui suatu hal yang membuatku begitu berubah, begitu sakit. Astaghfirullahhal adzim, semoga Allah mengampuni dosa2ku, dosa2 kita dan kita senantiasa bersiap menghadapi pertemuan kita dengan Sang Khaliq. Dan Allah menjemputku dengan jalan kesyahidan, khusnul khotimah. amien.

Teriring permintaan maafku pada Ayah....maafin umi ya yah! I love coz Allah Yah! I promise to "No connection anymore with her!" coz seperti nasihat yang sering ayah berikan ke Umi. Jika suatu hal justru menambah semakin panjang daftar dosa umi, tinggalkan! Semoga semua itu menjadi mudah ketika kita tlah berhijrah nanti amien...

Rabu, 07 Mei 2008

Mensyukuri Nikmat Allah

“Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu beruntung”(QS: Al A'raf : 69)

Seratus tahun yang lalu,

pernahkah kita membayangkan di dunia seperti sekarang ini?

pernahkah kita membayangkan memiliki tubuh seperti tubuh kita sekarang?

pernahkah kita membayangkan memiliki suami seperti suami kita sekarang?

Pernahkah kita membayangkan memiliki wajah seperti wajah kita sekarang?

Punya telinga yang bisa mendengar, punya mata yang bisa melihat, punya tangan yang bisa bergerak, punya kaki yang bisa menyangga?

Maka nikmat Allah yang manakah yang kita dustakan?

Bayangkan indahnya masa kecil kita. Saat itu kita bebas tertawa, bergembira, dan penuh suka cita.

Senyum kita mengembang, tawa kita riang, semuanya ikut senang.

Padahal saat itu kita belum punya apa-apa

Padahal saat itu kita masih sangat lemah

Padahal saat itu kita masih bergantung sepenuhnya.

Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?

Lalu mengapa kini kita merasa susah?

Lalu mengapa kini kita merasa terbebani dengan kesulitan yang kita hadapi?

Lalu mengapa kita merasa terpuruk dalam usaha?

Mengapa kita merasa kehilangan kesempatan dan peluang?

Mengapa kita merasa krisis keuangan?

Mengapa kita merasa terjepit dan tertimpa musibah dan kehancuran hidup?

Mengapa kita merasa menjadi korban?

Mengapa kita merasa sesak nafas seolah semangt dan gairah hidup timbul tenggelam?

Lalu pantaskah kita merasa demikian?

Mana senyummu?

Mana tawamu?

Mana sukacitamu?

Mana bahagiamu?

Mana syukurmu?

.....” Jika engkau bersyukur, maka akan kutambahkan (nikmat-Ku), dan jika engkau kufur(ingkar), sesungguhnya siksa-Ku amat pedih(QS : Ibrahim : 7)

Orang yang pandai bersyukur, hidupnya mujur dan makmur.

Orang yang tidak pandai bersyukur, hidupnya hancur lebur.

Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada lukman, yaitu : “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (Kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang kufur(tidak bersyukur), maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Maha Terpuji”. (QS: Luqman:12)

From : Hidayatullah

"Semoga bisa menjadi motivasi hatiku terus untuk bisa menemukan keikhlasan dan rasa syukur yang melimpah"

Kamis, 24 April 2008

Sebuah Renungan, semoga bisa diambil hikmahnya

Beberapa menit yang lalu, ima baru saja chatting dengan teman. Teman yang ketika kuliah begitu kukenal, absen berdekatan, kost sempat bareng...jadi teringat masa2 kuliah dulu. Sekarang kami semua sudah beranjak lebih tua...lebih dewasa seharusnya. Kami sudah sama2 berkeluarga...punya anak. Beberapa bulan ini kami sering curhat2an. Curhat inilah yang membuatku kemudian merenung dan mempertanyakan pada diriku apakah aku sudah cukup bersyukur atas apa yang Allah berikan kepadaku. Sedangkan aku masih sering mengeluh...masih sering merasa menderita...sakit hati...padahal temanku itu...ya Allah, semoga Allah senantiasa memberikan ketabahan dan kesabaran kepadanya. Ceriat berawal ketika kami sudah cukup lama tak berkomunikasi...tau2 dapat kabar anak pertamanya kritis di rumah sakit dan waktu itu dia sedang hamil 7 bulan anak yang kedua. Akhirnya anak pertamanya tak tertolong dan meninggal dunia. Dia mulai bermasalah dengan suaminya. Suaminya tak bekerja...dan tak cukup intens memperhatikan istri dan anaknya yang pada waktu itu begitu membutuhkannya. Aku membayangkan...bagaimana dia harus membayar biaya RSnya?Beberapa bulan kemudian, anak keduanya lahir. Anak pertamanya lahir caesar...jarak anak kedua 1 tahun lebih sedikit, seharusnya anak kedua lahir dengan caesar karena masih beresiko tinggi. Terbayang biayanya berapa lagi...sementara suaminya tak bekerja, tak memperhatikannya. Sampai pada hari kelahiran tiba...Allah maha penolong atas hambaNya...anaknya lahir dengan normal, sehat dan gemuk 3,85 kg!!! dan ibunya pun selamat. Nekat juga batinku, tak menyangka kalau dia akan seberani itu melahirkan normal padahal resikonya tinggi sekali. Sekarang anaknya sudah seusia Silmi, 6 bulan kurang lebih. Dan dia harus menghadapi kehidupan bersama anaknya tanpa suami, karena semenjak anak pertamanya meninggal suaminya entah dimana...tak pernah muncul batang hidungya..tak juga nafkah yang diberikan. Beberapa bulan lalu pula...dia sempet bingung apakah perkawinannya akan dia pertahankan dengan kondisi seperti ini? tak tentu arah...tak ada tanggung jawab. Tapi bagaimana jika bercerai...anak baru saja lahir, usia juga tak beda jauh denganku? semuda ini sudah gagal menapaki bahtera rumah tangga. Ya Allah...aku tak bisa berkata apa2 lagi ketika saat ini dia curhat kepadaku. Aku tak mampu membayangkan kepedihan hatinya. Tapi hidup harus terus berjalan. Masa depan masih panjang, anak2 kami masih kecil. Hari ini dia sedang berusaha melamar pekerjaan sendiri, agar bisa hidup mandiri. Rasanya ingin membantu...tapi bagaimana, aku pun tinggal bermil2 jauhnya. Aku mungkin hanya bisa berdoa, dan semua ini membuatku harus memperbaiki kesyukuranku pada Allah atas kondisiku sekarang. Allah memberi ujian sesuai kadar keimanan hambaNya. Dan aku takut jika aku tak mampu bersyukur...maka.......tak berani kulanjutkan.. Aku kadang masih sering mengeluh... sering merasa sakit hati dan tidak puas atas apa yang ada dihadapanku, padahal itu sudah lebih dari cukup...(Alhamdulillahhirobbil 'alamin....)