Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker
Tampilkan postingan dengan label happiness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label happiness. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2009

For My Husband n My Self

karena tiap orang beriman tetaplah rembulan..
memiliki sisi kelam..
yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun..
maka cukuplah bagiku..
memandang sang bulan..
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi..

tentu, tanpa kehilangan semangat..
untuk selalu berbagi dan sesekali merasai..
gelapnya sesal dan hangatnya nasehat..
sebagaimana sang rembulan..
yang kadang harus menggerhanai matahari...


-Salim A Fillah-

Always sweet n loving smile :) from your lovely LUNA

Kamis, 30 April 2009

Kehamilan Keduaku

Alahmdulillah sekarang kehamilanku tlah sampai di minggu ke-9. Tanda-tanda kehamilan sudah mulai terasa, dari yang mual, ngantuk...tapi ga parah-parah amat sih. Dulu juga waktu hamil Silmi ga parah sampe ga mau makan or makanan yang masuk dimuntahin lagi. Kalo lemes, mual gitu masih kuat lah. Ima juga masih bisa masak, makan, walopun makan kadang milih2, seleranya agak berubah. Padahal tadinya udah takut, jangan-jangan parah lagi, mana di negeri orang....repot. Suami juga udah khawatir jangan-jangan ngidam makanan yang susah-susah n ga ada di sini....but Alhamdulillah so far masih baik-baik saja.
Kemaren ima periksakan kehamilan ini ke dokter. Tadinya bingung cari refferensi dokter cewek yang bagus, enak buat konsultasi dll. Akhirnya dengan mencoba-coba, ima datengi klinik deket rumah yang udah jadi langganan tetangga ima, dia sedang hamil 7 bulan. So...malem-malem kami datang ke klinik, pas liat nama dokternya di papan, sambil registrasi....rasanya kok aneh, kayaknya dokternya orang Rusia nih. Alhasil, sudah tanggung periksa kami lanjutkan. Konsultasi berjalan sebentar, tidak di USG, hanya dicek tekanan darah, BB dll. Sampai pada advice dokter, beliau bilang kalau di trimester pertama ini, ima harus banyak istirahat, tidur diperbanyak. Trus ima dintanya, kalo malem tidurnya jam berapa? bangun jam berapa? Pas ima jawab bangun jam 4 pagi, eh dia bilang itu masih kepagian. Trus ima jawab lagi, lha kan musti sholat, musti bantu suami siap2 berangkat kerja( berangkat kerjanya kan jam 4.30). Eh trus kata dia lagi, udah suami gapapa, biar ngurus sendiri, toh bisa paling. Trus yang tetang sholat, gapapa, imam2 itu juga pasti mau memahami kondisi ibu hamil di 3 bulan pertama, ga sholat juga gapapa, saya jamin deh pasti dimaafkan. Eeeeehhh, padahal takkirain paling banter dia bakal suggest kalo habis sholat tidur lagi aja, lha ini kok malah nyuruh ga sholat......dokter yang aneh. Pengalaman periksa pertama kali yang cukup bikin kapok hehe...
MInggu-minggu ini juga ima lagi ikutan driving school. Alhamdulillah bisa ambil lebih singkat, semoga test besok diberi kemudahan, biar bisa dapet SIM n ga perlu numpang, atopun nunggu suami kalo harus kemana-mana.
yups...thats all, tak banyak yang berubah dengan masa kehamilan pertamaku dulu. Semoga Allah selalu berikan kekuatan untuk menjalaninya dengan penuh keikhlasan.

Jumat, 13 Februari 2009

Alhamdulillah,Ayah pulang

Tgl 4 kmrn,Alhmdulillah ayah sampe di bndara ahmad yani smrg dg slamat.Tak perlu mnunggu lama stlh mbl kami nympe d bandara,ayah terlihat d pntu kdtgn.Sungguh tak dpt kulukiskn gmn bhagiany ht ini,stlh 4 bln kami brpisah.Silmi jg lgsg nemplok ma ayahny,pdhl umi dah tkt,jgn2 silmi ga kenal,eh trnyata silmi lgsg manggil "yayah!" dg malu2.Alhamdulillah

Rabu, 03 Desember 2008

Gadis Berjilbab Putih

Wah....berhubung ayahnya Silmi udah posting, ima jadi berani postingin nih....jadi malu. But it's make me happy n terharu di miladku kemarin. Sekedar sharing bahagia pada semua n membuat sebuah kenangan di blog ima ini.

“Siapakah gadis berjilbab putih itu?”
Pertanyaan itu menggelayuti perasaanku setiap aku melewati depan kelasnya. Seorang gadis yang membuat hati ini terbang terombang-ambing angin sepoi-sepoi bagaikan layang-layang. Setiap aku menatap wajahnya, ia menampakkan paras cantik dan santun lembut seorang muslimah. Tak diragukan karena dia selalu membasuh wajahnya dengan air wudlu setidaknya lima kali dalam sehari.
Dia berbeda dengan kebanyakan gadis sebayanya. Saat gadis lain berlomba-lomba mempersolek tubuh mereka, dia justru menutupi tubuhnya pakaian yang longgar. Ketika gadis lain menggeraikan rambut indah mereka laksana menggelar sebuah selendang sutra, dia malah menyembunyikan mahkotanya dengan selembar kain, yang panjangnya hingga menyentuh pinggangnya. Dan itulah jilbab putih itu.

Aku rasa bukan aku saja yang bertanya-tanya tentang dia. Banyak teman-temanku yang penasaran akan dirinya. Dialah siswa terpandai di kelasnya. Dia datang tanpa dinyana-nyana, from down to beyond, seperti hujan yang seketika turun dari langit, tanpa ada awan gelap yang mengantarnya.
Dan, aku hanya bisa memalingkan muka saat mata ini dipaksa harus menatap rona wajah ayunya. Aku takut apabila perasaan ini membuncah dalam jiwa, sedang aku hanyalah anak berumur 12 tahun yang baru mulai berani menantang hidup.

Beberapa tahun kemudian, aku mulai mengenalnya. Gadis berjilbab putih itu kini menjadi sahabatku. “Your sweetest friend”, dia menyebut dirinya sendiri untukku. Hmmm, kamu benar. Aku memang tidak pernah mempunyai sahabat semanis kamu. Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, “Apakah kau berikan sebutan itu pada diriku sendiri, atau juga untuk orang lain?”. Aku berharap sebutan itu hanya untukku seorang, sahabat termanisku.
Semakin aku mengenalnya, semakin besar pula rasa simpati dalam hati ini. Tutur katanya, tingkah lakunya, kecerdasannya, canda tawanya, dan yang paling tak bisa kuungkapkan adalah senyum manisnya. Sebuah keindahan pelangi terbalik yang dibentuk oleh sepasang bibir tanpa lipstik yang mengapit sebuah lisan yang cinta dengan bacaan Al Quran dan dzikir. Hanya satu yang tidak bisa aku dapatkan, adalah tatapan bening matanya. Saat aku tergoda untuk menatapnya, dia selalu menundukkan pandangannya.

Astaghfirullah, tak seharusnya memang aku mengaguminya seperti ini. Apalah artinya seorang aku ini. Aku hanyalah seorang anak muda yang baru mengenal dunia. Aku tidak sebanding dengan dirinya, atas ke-sholehah-annya, atas kecerdasannya, atas kebaikannya. Tolong, bangunkan aku dari mimpi indah ini!
Apakah ini yang disebut cinta? Ketika kedamaian mengalir dalam hatiku ketika aku menatap wajahnya. Ketika aku merindukannya saat aku membutuhkan seseorang untuk memberikan semangat. Ketika dia selalu hadir, dengan segala hikmah yang ada dibalik setiap peristiwa yang aku alami. Wahai, gadis berjilbab putih, sadarkah engkau bahwa selama ini kau telah menyemaikan benih-benih cinta di hati ini?
Beberapa tahun kemudian, akupun harus berpisah dengan gadis berjilbab putih itu, sang dambaan hatiku. Aku mengembara mencari jalan kehidupanku sendiri, begitupun ia. Meskipun terpisah jarak, namun aku tak begitu saja memutus tali silaturahim padanya. Surat demi surat terkirim untuknya, melintasi jarak ratusan kilometer, hanya untuk menanyakan kabar dirinya. Ketika kuterima surat balasan darinya, tergetar hati ini saat kubuka amplop suratnya. Sebuah selembar kertas putih bertuliskan curahan hatinya, dan tak lupa dia menuliskan seuntai kalimat penutup yang selalu aku rindukan di tiap suratnya,“your sweetest friend”.
Ketika hati ini gundah, dia selalu hadir kata-kata indahnya. Walaupun raganya tak berada disampingku, aku selalu merasa dekat dengannya. Dalam hati ini ingin sekali aku bertanya, “Oh, gadis berjilbab putih, maukah kau selalu mendampingiku di sepanjang hidupku?”. Kuharap suatu saat nanti lisan ini mampu mengutarakan pertanyaan itu kepada dirinya.

Waktu demi waktu berlalu, tanpa terasa usiaku bertambah. Dengan kata lain, bahwa sisa hidupku menjadi berkurang. Aku yang kini menginjak dewasa, mulai merasakan pahit getirnya kehidupan. Aku merasa membutuhkan pendamping hidup. Seseorang yang mampu memberikan rasa tentram di hatiku. Seseorang yang dapat mencurahkan kasih sayangnya hanya kepadaku. Seseorang yang bisa menggenapkan separuh agamaku.

Istikharah demi istikharah aku jalani untuk mendapatkan ketetapan yang terbaik dari Allah. Dan subhanallah, Allah menunjukkan kebesarannya. Allah mempertemukanku pada gadis berjilbab putih, sang dambaan hatiku. Tanpa ragu aku mengutarakan niatku untuk mengkhitbahnya, membuka jalan ke arah pintu gerbang kehidupan yang baru dalam ikatan pernikahan yang suci. Dan dia bersedia menjadi istriku.

Empat belas Januari dua ribu tujuh, ijab kabul pun terucap. Sebuah janji suci untuk selalu hidup bersama, saling mencintai dengan tulus, saling mendampingi dalam suka dan duka, mengikat dua hati menjadi satu dalam naungan Allah SWT. Gadis berjilbab putih itu kini telah menjadi istriku, dan kelak akan menjadi ibu dari anak-anakku.

Bersamanya aku lalui hari demi hari dengan indahnya. Bersamanya aku membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan rohmah. Bersamanya aku mendidik buah hati tercinta agar kelak menjadi anak yang sholehah, penerus perjuangan kita. Bersamanya aku gapai ridlo Allah agar tetap dapat bergandengan tangan dan menapaki jejak-jejak langkah beriringan di surga-Nya.
Terimakasih, wahai Gadis berjilbab putihku. Terimakasih, wahai sahabat termanisku. Terimakasih, wahai Ima Nurhikmah. Jazakillahu khoiron katsiron, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang melimpah.

Ad Dawhah, 15 November 2008
Sehari sebelum usiamu genap 24 tahun

Sabtu, 22 November 2008

Silmi n Ima Milad!

Wah saking sibuknya ma beres2 dll, umi ampe ga sempet cerita Silmi milad 31 oktober kemaren. Ga terlalu penting sih, tak ada perayaan khusus, tapi paling nggak moment ini jadi bahan evaluasi ima & kemajuan tumbuh kembang Silmi dari bulan ke bulan, tahun ke tahun. 31 Oktober 2008 kemaren Silmi genap berusia 1 tahun penanggalan masehi, kalo yang kemarin kan Hijriah. Mbahnya dari Batang udah jauh-jauh dateng bawa kado & bikin slametan buat Silmi (wah....begitulah kalo cucu pertama....:)

Padahal umi-nya malah ga nyiapin apa2 tuh. Maklum, Silmi cucu pertama & mbahnya juga sekalian pengen nengokin Silmi,”kasihan Silmi, pas ultah ga ada ayah ya ....” gitu kata mbahnya. Weee....Silmi seneng banget dapet hadiah baju & sepatu baru dari mbah. Klo selametannya cuma dibagi2kan ke tetangga & ke sekolah buat putra/putrinya ustadz/ah, temen2 maen Silmi selama ini. Sekedar syukuran Silmi diberi kesehatan dan semoga jadi tambah pinter & jadi anak sholihah....amien.

Nah kalo minggu lalu ima yang milad.....16 November 2008 tepatnya. Ima genap berusia 24 tahun....hehe....jadi malu ternyata masih muda (maksud loe?). Ga bermaksud merayakan or yang lainnya juga, tapi jadi moment evaluasi buat ima selama ini. Semoga Allah memberikan keberkahan di sisa umur ima ini dan Allah berikan keistiqomahan serta kelapangan hati untuk senantiasa menjadi hambaMu yang selalu mencari keridhaanMu. Alhamdulillah ima dah seneng banget buat Ayah, temen2 yang dah mau ngedoain ima.....terima kasih atas doanya, semoga keberkahan Allah atas usia yang Allah berikan pada Qta semua. Amien...

Senin, 26 Mei 2008

Berbagi Kebahagiaan

Beberapa hari yang lalu, ima dapet hadiah dari ayah…buanyak lagi. Ada juga yang buat Silmi. Buat umi ada mukena, baju, buku, salah satu bukunya berjudul “Lovely Luna” lengkap dengan tulisan “ Luna itu hanyalah ima…the one and only”. Trus ada buku Rich Dad poor Dad, sama resep bikin kue dari cokelat. Tapi sayangnya bajunya ga bisa ima pake coz too small. Akhirnya…dengan tidak mengurangi rasa senang yang ada, baju itu Qta kasih ke Khadimat di rumah. Beberapa waktu yang lalu juga ima dapet hadiah dari seseorang buku tentang menyusui gitu. Tapi sayangnya juga ima dah punya…ya akhirnya yang punya ima diberikan ke temen yang baru aja melahirkan. Tentunya semua tidak mengurangi maknanya, hanya ingin membuat barang2 itu bisa bermanfaat/lebih bermanfaat. Kalo Silmi kebagian boneka Kucing warna putih berbulu lebat.

Wah semuanya senang….terima kasih yah…ditunggu hadiah-hadiah berikutnya…hehe…

Luna-mu ini kan selalu menunggu tanda cinta kasih dari Ayah.

Dengan segenap cinta karena Allah………

Ima-Luna

Tuban, 20 Mei 2008