Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Pulang Kampung Februari 2011

Wokeh, sekarang kita crita jalan-jalan pulang kemarin yuks...maaf tak ada foto coz kamera kami tertinggal di depok..hiks. Ya sudahlah semoga bisa segera bisa dititip sama temen yang pulang dan kembali ke Qatar.

Kami pulang lagi februari kemarin, tepatnya tanggal 7 dari sini. Sebenernya sudah kami rencanakan cukup lama sejak pulang haji kemarin, tapi apa daya suami dihajar lembur bertubi-tubi karena banyak yang cuti akhir tahu, natal dan tahun baru serta yang hanya menghabiskan jatah cutinya. Karena suami habis cuti haji, ya sudahlah kami harus merelakan gantian cutinya.

Pulang kemarin kami rasa paling seru karena silmi n hasan diajak mbahnya menengok nenek buyutnya di Kalimantan sana. Sekaligus mengunjungi tanah kelahiran ayahnya, saya juga kebetulan punya om yang tinggal di dekat rumah nenek jadi ya sekalian silaturahmi.

Sampai di semarang kurang lebih pukul 18.30an, kami lanjut pulang ditemani hujan deras sepanjang jalan menuju pekalongan. 2 hari di Pekalongan, perjalanan kami lanjutkan ke semarang. Kebetulan ada temen ayah yang nikah, sekalian dating ke pernikahannya sekalian kami mau silaturahmi ke rumah Habiburrahman El shirazy di salatiga. Kebetulan sudah sejak di Qatar saya sudah intens dan janjian dengan mba ida istri pak habib.

Dari semarang ikut resepsi n ketemuan sama kakaknya temen yang mau nitip obat buat tetangga kami di Qatar, jam 12 kami segera melanjutkan perjalanan ke salatiga. Saat weekend memang bukan saat yang tepat untuk menempuh perjalanan ke arah ungaran-salatiga karena kondisinya memang cukup macet. Jadi inget arah puncak saat weekend, tapi masih parahan puncak sih. Sampai di ungaran istrihata sebentar untuk sholat, sopirnya alias suami juga sudah lumayan pegel bermain rem dan kopling mobil. Sejenak membeli buah tangan di bakery yang kami temui di jalan situ, pengen mampir ke tahu bakso bu Pudji tapi ramenya lumayam bikin pegel kayaknya so lanjut perjalanan kea rah salatiga. Sampai di kampong kopi banaran jg pengen mampir, kebetulan kami memang senang ngupi2 sambil nyante, tapi lihat kondisi anak-anak yang sedang pulas di jok belakang membuat kami lebih baik meneruskan perjalanan saja. Sampai di rumah mb ida pukul 14.30an, mba ida menyambut dengan hangat dan kesederhanaannya, walopun istri pak habib yang udh terkenal tapi tetap bersahaja. Silmi sampe sempet mandi sore dan main dengan Muhammad dan kautsar yang memang seumuran, istirahat sebentar, sholat ashar, ngobrol ditemani teh hangat sungguh mengasyikkan. Diantaranya memang membahas undangan kami buat pak habib untuk ke Qatar. Pulang sampai di semarang sekitar jam 7 malam, lanjut nginep di hotel n jalan-jalan malamnya. Sip....begitu jalan-jalan kami di semarang.

Pulang dari semarang kami langsung menuju pemalang untuk bersiap ke Rantau, salah satu kota, ibukota kabupaten tapin di Kalimantan selatan. Karena pesawat dari jogja kami segera bersiap lebih awal. Pemalang-jogja bisa 5 jam perjalanan, berangkat jam 12 siang sampai di bandara jam 6. 30an, pesawat kami pukul 7. 30 malam, masih nyandak. Kami pergi ber5, dengan sepupu suami, bapak tidak ikut karena memang masih dinas. Saat di pesawat cukup kaget karena ternyata penerbangan ke Banjarmasin dari jogja da dapet snack kalau pakai lion air hihi....silmi n hasan juga sempet bengong lihat mba-mba pramugari memperagakan penggunaan sabuk dllnya. Maklum selama ini kami jarang lihat praktek langsungnya, biasanya sudah ada di monitor tinggal nonton, termasuk di garuda. Jadi kerjaan pramugarinya Cuma gitu doank donk? Hehe...penerbangannya juga Cuma 1 jam lebih dikit .

Sampai di Banjarmasin pukul 10 waktu sana (timur), dijemput om dan segera melaju menuju rantau yang akan ditempuh kurang lebih 2 jam lagi. Wuih sampe rumah nenek buyut jam 12 malam, hasan agak kaget dengan suasana barunya dan rewel baru mau bobo pukul 3 pagi....wuih lumayan juga buat umi yang sudah sibuk nggendong n mangku sedari berangkat tadi. Oke, pagi menjelang, waktunya jalan-jalan. Setelah asyik ngobrol dengan nenek yang terakhir kami ketemu saat kami menikah dulu, kami memutuskan jalan-jalan naik motor ke rumah om saya. Lumayan 30 menit lah dengan naik motor tidak begitu jauh, justru rumah om saya sekompleks dengan rumah kelahiran ayahnya silmi. Namanya juga implasemen PTP, tinggal jalan aja dari rumah om.

Jalan-jalan berikutnya ya dari om ke om lagi, pasar, jajan wadai, taman basimban di alun-alun. Lumayan silmi dan hasan seneng bisa lari-larian ke sana kemari, ketemu om dan sepupu-sepupunya dan kami terpaksa kursus kilat bahasa banjar hihi. 5 hari di Kalimantan cukup baik juga perkembangan bahasa banjar saya, bahkan pas nyampe di jogja lagi logat n bahasanya masih kebawa hihihi....

5 hari di Kalimantan, muter2 banjarbaru, martapura, Banjarmasin, kami menginap di banjarbaru semalam. Lanjut naik pesawat pulang ke jogja, di jogja bu Dhe Bambang sudah menunggu menjemput kami dan membawa kami mampir dulu ke rumah beliau. Ngobrol dulu, sarapan, bahas acara mantu-nan de sita yang cukup wah dan kami tidak bisa hadir waktu itu. Lanjut pulang ke pemalang, istirahat sebentar besoknya kami ke objek wisata guci di slawi, tapi deket dari rumah moga pemalang. Puas-puasin mandi air hangat pegunungan, silmi n hasan seneng banget. Kami kemabli ke pekalongan hari berikutnya, lanjut lagi ke depok huhu....perjalanan yang sungguh padat merayap.

Di depok, kami belanja perbekalan pulang ke Qatar di ITC, trus ke tanah abang silaturahmi nengok bayi temen. Suami cukup kaget saya bawa ke tanah abang pake kereta n ngebis hihi....maklum jd agak capek dan berkeringat, apalagi pas berangkat naiknya kerete ekonomi dari UI J. Mampir dulu beli buku buat dibawa ke Qatar, udh sekoper sendiri. Hari berikutnya ke bogor, wisudaan kakak saya di ipb almamater tercinta. Balik lagi ke depok dan besoknya kami sudah akan kembali ke Qatar...wuih...benar-benar liburan yang singkat dan sangat padat. Insya Allah next time kami bisa pulang lagi untuk melepas kerinduan dan menyambung silaturahmi dengan lebih banyak saudara dan sahabat.

Rabu, 17 Juni 2009

Museum Of Islamic Art (MIA)


Museum ini terletak di deretan pantai Corniche. Pemandangan pantai dan laut indah mengelilinginya. Arsitektur bangunan yang megah dan indah memang seolah mencerminkan keindahan Seni(Art) dalam Islam.
Sayang sekali, kalo menurut kami, koleksi isinya belum sepadan dengan luas dan megahnya bangunan museum ini. Koleksi yang ada di dalamnya benar-benar tentang Art, seni, dalam bentuk lukisan, kaligrafi, baju, keramik, peralatan perang, dll


Museum ini terhitung baru-baru saja diresmikan. Untuk memasuki museum ini tidak perlu bayar tiket alias gratis. Hanya saja tidak diperbolahkan untuk membawa makanan ke dalam museum. Tapi di dalam gedung disediakan tempat untuk beristirahat dan jajan.

Selasa, 16 Juni 2009

Old Souq




Souq adalah istilah untuk tempat belanja, jual beli atau pasar. Old souq karena masih terlihat tradisional. Barang-barang yang dijual pun barang-barang tradisional khas Arab. Kalo mau cari-cari abaya yang lumayan murah n cocok dengan kantong kita, bisa di sini, pilihannya pun beragam. Souq ini rame justru di waktu malam, karena siangnya panas. Jadi biasanya buka jam 10-1 siang, tutup, buka lagi jam 4 sore ampe malem. Trus kami memang kebetulan waktu itu sedangmencari Majlis (tempat duduk ) khas arab, yang lesehan, akhirnya juga kami temukan di sini.


Silmi favoritt bgt nih di bagian burung2 warna-warni....ga mau beranjak dari situ

Yang ima rasa tidak enak adalah karena harus menawar untuk mendapatkan harga sebenarnya. Jadi memang habit orang Arab adalah tawar menawar, dan nawarnya ga main2, bener2 sadis. Makanya wajar jika para penjual juga memberikan harga awal yang cukup tinggi juga. Tapi biasanya mereka lihat juga, kalo pembelinya model2 orang Asia kayak Philipina, Malaysia, Indonesia, mereka ga kasih harga cukup tinggi di awal coz mereka tahu orang-orang ini lebih suka fix price dan enggan menawar. Jadi berhari-hati lah jika berbelanja di Souq, tawarlah dengan cermat, supaya nggak nyesel kemudian.

Doha Zoo



Jalan-jalan kami ke Doha Zoo sebenernya sudah lama banget, pertengahan April lalu, tapi baru sempet kami ceritakan. Maklum habis itu disibukkan dengan pindahan rumah n belanja2 barang buat isi rumah.


Doha Zoo barangkali satu-satunya kebun binatang terbesar di Qatar, Doha tepatnya. Maklum, negara ini mungkin hanya seluas Jabotabek. Jadi walaupun Cuma satu tapi koleksinya cukup beragam dan cukup luas juga. Tapi ya masih kalah sama taman safari….mungkin hampir sama seperti Ragunan. Kami salut dengan pembuatan habitat buatan buat hewan2 tertentu yang tidak lazim hidup di negeri padang pasir.
Untuk masuknya tiap pengunjung hanya dikenakan karcis seharga 3 real, anak2 ga dihitung, cuma buat orang dewasa saja. Padahal di Qatar, tempat2 bermain gitu jarang sekali yang dikenai biaya….apalagi parkir, ga kayak di indonesia. Pedagang asongan pun ga ada, yang ada air minum gratis dimana-mana n ada tempat2 khusus buat jajan.

Oryx


Silmi terlihat senang sekali melihat binatang di sekitarnya. Dia inget di rumha mbah kali ya Cilmi? Tapi di sini lebih banyak lagi yang bisa dia lihat. Trus juga ada hewan Oryx namanya, yang jadi maskotnya negara Qatar. Hewan ini pula yang jadi nama perusahaan Ayah hehe….n kepalanya tertera di baju seragam Ayah.



Wah....agenda foto bersama tak ketinggalan, pas liat ada taman yang pohonnya bagus....langsung deh


Setelah puas berkeliling, kami istirahat sejenak buat minum dan sholat Ashar. Lumayan juga jalan kaki mengelilingi Doha Zoo ini, pegel juga…it’s time to go home. Alhamdulillah Silmi bisa melihat-lihat binatang ciptaanNya, semoga senantiasa menambah ma’rifatnya terhadap Sang Pencipta Alam semesta dan seisinya ini. Amien.

Sabtu, 13 Juni 2009

Jalan-Jalan Pagi di Corniche Saat Summer







Summer-summer begini bingung mo jalan-jalan n ngisi waktu liburan. Suhu di luar saat siang hari bisa sampe 50 degC. Mau keluar malam hari, rame coz semua orang baru keluar pas malam….jalanan rame di mana-mana. Akhirnya seperti biasanya kami memutuskan pagi-pagi saja jalan-jalan ke Corniche. Biasanya pagi gini hawanya masih sejuk…eh ternyata udah panas juga. Padahal kami udah berangkat dari rumah jam 4. 30 pagi. Baru sebentar kami jalan-jalan, ayah lari-lari, eh matahari udah beranjak ke atas. Belum lagi humid udah mulai terasa di pinggir laut seperti ini. Jadi badan keingetan bukan karena lari-lari or olahraga, tapi karena gerah udara sduah mulai panas.

Akhirnya setelah kami makan perbekalan sarapan, kami memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan menuju mobil, sepertinya ada suara orang memanggil dari sebuah mobil yang baru saja parkir. Kami lihat sepertinya Qatari, setelah bersalaman dan berkenalan, ternyata orang tersebut mo ngasih boneka mungil ke Silmi…oh..you’re so lucky today, my Girl! Hehe emang anak kecil, begitu dikasih dia langsung memeluk erat tu boneka n diminta buat disimpen pun ga boleh…..emang gitu ya kalo anak kecil punya barang or maenan baru….ga mau lepas ampe waktu tidur baru bisa ditaruh tu barang.

Perjalanan berikutnya, kami ke pelabuhan buat beli ikan. Pelabuhan depan Movenpick hotel, para nelayan baru saja merapat membawa hasil tangkapan. Wah bingung juga nih milih2 ikan…coz sebagain besar emang ukurannya gede. Kami yang Cuma buat makan berdua jadi bingung mo beli ikan apa. Mana ga enak juga kalo beli Cuma sedikit gitu.

Sand Dune






Yuk kita share jalan-jalan kami ke Sand Dune di Messaid. Tempat ini adalah perpaduan padang pasir, gurun dan pantai. Sejauh mata memandang terlihat lautan Pasir, kemudian laut yang biru memanjang. Kira-kira 45 menit dari Doha kami tiba di tempat ini. Lumayan rame karena hari jum'at.






Setelah para Bapak sholat Jum'at kami langsung menuju ke pantai untuk makan siang bersama.





Mobil yang bisa ke daerah ini hanya mobil dengan cc besar (minimal 2000cc lah) n tinggi, kalo ga, bisa oleng alias ngepot tak tentu arah. Wisata ini cukup terkenal memang di Qatar. Kami menikmati makan siang sambil bermain di pantai dan melihat orang2 yang sedang memacu mobilnya menaiki gunung pasir. Kadang mobil ngepot....trus ngosek...trus mundur lagi....bersamaan dengan bunyi gas yang cukup keras....melihatnya saja saya sudah cukup merinding...hiii serem. Takut mobilnya mbalik. Sepertinya tidak mungkin kami memakai mobil kami yang hanya ber -cc 2000 ini untuk melaju ke gunung pasir seperti itu.





Akhirnya para bapak yang tetap ingin menguji adrenalin menaklukan gurung pasir , memakai ATV yang sewanya 100QR/jam atau sekitr 250-300 ribu rupiah. Wuss....Ayah beraksi dengan ATVnya, sementara kami para ibu menonton dari jauh. Ada juga ibu2 yang nyobain, pengen juga sih....secara paling kayak motor biasa gitu...tapi inget!!! saya lagi hamil muda...hehe....jangan lupa!

Kamis, 12 Maret 2009

Family Fun Picts

Yah...berhubung lagi sibuk messbuk sekarang, posting foto-foto aja deh...

Ayo Silmi, lari!!! tar ketinggalan loh...

Umi n silmi jalan-jalan di Aspire Park

Ayah n Silmi

Kita sekeluarga....such a happy family

Silmi imut lagi begaye nih...

Di Villagio...langit2nya....bukan langit beneran

Jumat, 13 Februari 2009

Hunting perbekalan

Sehari setelah ayah nyampe rumah,qt belanja2 perbekalan buat berangkat ke Qatar. Kami putuskan belanja di Semarang aja biar deket.Dan kami putuskan nyari barang2 yang dibutuhkn di simpang lima aja,biar satu tempat sekalian. Beli kacamata umi di lily kasoem,tas n baju di ramayana n matahari,mkn jg tinggal melangkahkan kaki dikit.Pulangnya kami mampir ke trustco deket unnes buat ngambil CD yg udah ima pesen beberapa hari sebelumnya. Muter2, mampir sebentar ke rumah Ust.Zubair, nyarii buku n CD lagi,muter2 deh pokoknya.Walopun kami sempet nyasar2 dikit:), n Mas Kuwadi yang nyetir mobil juga ikutan puyeng...plus kelaperan. Akhirnya, kami mampir ke Mie Ayam Cepiring yang udah terkenal enaknya n kami juga udah sering makan di situ buat mengganjal perut keroncongan. Hujan lebat mengiringi kami pulang ke Batang. Alhamdulillah semua barang perbekalan sudah kami dapatkan...tinggal dikit lagi n ngeppack2 deh.

Senin, 26 Mei 2008

Deg2an Ke Surabaya

Sabtu-Minggu kemarin ima ke Surabaya. Ada kegiatan yang membuatku harus pergi ke Surabaya n nginep. Maklum, Surabaya kan ibukota jawa timur, jadi kalo ada kegiatan2 seringnya dipusatkan di sana.

Awalnya sempet mikir sekian kali untuk berangkat coz sekarang kan berarti musti bawa Silmi. Gimana tidur-nya?terakhir ima ada kegiatan nginep di Surabaya, tidurnya di lantai beralas karpet, 4 hari, dalam keadaan hamil 7 bulan. Waktu itu sih gapapa, Silmi masih di perut, nah sekarang?Trus gimana juga dengan mandinya?Silmi kan butuh air anget. Belum lagi makannya?Kalo Silmi belum makan n masih mimik ASI sih ga ribet2 amat. Silmi kan emang tiap hari-nya makannya ima buatin dan komitmenku untuk ga ngasih makanan kemasan ke dia. Semua itu membuatku berpikir berulangkali untuk berangkat. Tapi dengan segala perhitungan, rencana dan tekad serta niat yang kuat aku berangkat. Alhamdulillah ada temen, akhwat UNAIR yang notabene juga tau Surabaya n bisa bantuin selama perjalanan maupun acara.

Sampe-lah kita di tempat kegiatan, dan semua kegiatan bisa kami ikuti dengan lancar. Ternyata...kami ditempatkan di ruangan ber-AC karena bawa bayi n nyaman juga kasurnya, alhamdulillah. Mau mandi juga disediain air anget kendati bukan di hotel. Alhamdulillah Silmi juga relatif nyaman dan fine2 aja. Cuma ketika malam tiba n waktunya tidur, satu hal yang terlewat yang kita ga antisipasi adalah.....gangguan nyamuk. Alhasil, kami ga bisa tidur gara2 harus berurusan dengan nyamuk, Silmi sih bobo’ aja tuh, tapi ya musti dijagain.

Ada satu lagi yang membuatku kaget...ternyata ada ibu2 peserta yang bawa anaknya yang masih berumur 2 minggu!!!aduh ga kebayang deh..tapi fine2 n lancar2 aja tuh. Lha ima, yang Silminya udah 6 bulan aja pake khawatir sgitunya. Malu juga jadinya. Yah...semua kegiatan sudah selesai, kami pun pulang ke daerah asal kami masing-masing karena masih ada acara menunggu di Tuban siang harinya. Ternyata, bawa2 Silmi juga kegiatan tetep bisa jalan terus....alhamdulillah.