Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Rabu, 20 Oktober 2010

Tentang Pakaian

Pakaian yang kita pakai biasanya akan kita sesuaikan dengan situasi dn kondisi serta moment yang kita hadapi. Manakala kita tinggal di daerah tropis mungkin sepanjang musim model baju masih tidak begitu banyak berubah. Ketika saya tinggal di negara timur tengah pun demikian pula, perlu penyesuaian dengan musim, masyarakat dan tentu saja budget belanja.

Awal pindah ke sini, saya banyak membawa baju dari Indonesia dengan model biasa saja, ala ibu2 yang pake jilbab di Indo lah. Lalu kemudian saya perhatikan teman-teman yang sudh lebih dulu tinggal di sini kok ya model bajunya sama dengan teman-teman yang ada di Indonesia, bahkan trend-nya pun relative sama. Padahal awalny saya berpikir, para ibu di sini itu pakai abaya, lengkap dengan cadarnya….ternyata oh ternyata…tidaklah demikian. FYI yang saya maksud dengan abaya adalah pakaian gamis panjang berwarna hitam yang dipakai wanita, dan tsoup adalah gamis panjang putih yang dipakai laki-laki.

Menurut selentingan gosip yang saya dapatkan, jadi begini…..dulu awal-awal orang Indonesia ramai tinggal di Qatar memang trend-nya menyesuaikan masyarakat native qatarinya dengan memakai abaya bagi perempunnya dan tsoup bagi bapak-bapak. Akan tetapi, tahun- tahun belakangan ini, trend-nya agak berubah, memakai baju model Indonesia seperti halnya di Indonesia saja. Alasannya agak aneh memang, yaitu karena sekarang para mbak-mbak TKW diberi pakaian oleh para majikan dengan abaya, biar ga sama dengan mbak-mbak TKW, para ibu ekspat enggan pakai abaya. Dan di sini yang lebih sering pakai bergo/jilbab kaos jadi yang tinggal dipakai itu ya mbak-mbak tersebut....so...trend-nya pun beralih menjadi pakai jilbab kain yang pakai peniti. Sebagai penjual baju di sini, otomatis saya harus jeli melihat selera pasar hehe.....

Kalo saya sih bukan masalah itu, tapi lebih kepada ketidaknyamanan hati, rasanya kok nggak pantes ya, niru2 orang Qatari, padahal khan kita bukan orang sini, Rasanya aneh berpakaian abaya tapi mata sipit. Bahkan kalo tidak salh di Dubai or Abu Dhabi, baju-baju semacam abaya dan tsoup ada aturannya bahwa hanya boleh dipakai oleh orang native saja, pendatang tidak diperbolehkan.

Padahal, kalo pakai abaya lebih enak sih, longgar, warnanya pun hitam tidak menerawang, bisa dipakai kapan saja dan dimana saja. Kalo lagi buru-buru bisa tinggal disamber aja, praktis. Dan tentunya, syarat menutup aurat jadi lebih afdhol. Karena di Qatar kita boleh memakai abaya, saya pun punya beberapa. Suami pun punya tsoup berupa baju gamis berwarna putih. Dulu kami beli agak banyak ketika akan umroh, dan memang umroh lebih enak kalo pakai baju-bajuu tersebut.

Kalau mau cari abaya, carilah di souq asiri, buanyak banget saampe bingung milihnya. Saya aja pertama ke sini malah ga jadi beli coz bingung. Harganya....jangan salah, kalo beli di butik abaya macam Motajahiba or yang lain yang suka ada di mall-mall, harganya bisa same 2000an, bahkan lebih. Hehe, coba dikurs-kan ke rupiah yang 1 realnya= 2500, berapa coba? mahal banget khan hihi....untuk sebuah baju. Selendangnya saja ada yang sampai 400 real. hihi.....makanya saya cenderung beli di souq coz paling harganya kisaran 100-300an. Abaya bisa yang sudah jadi maupun pesan. Enaknya klau pesan, ukuran serta model bisa sesuai selera kita tentunya, tapi harus nunggu beberapa lama. Susahnya kalo orang indonesia seperti saya adalah ngepasin panjangnya, karena rata2 abaya panjang banget menyesuaikan postur tubuh wanita arab yang tinggi-tinggi. Biasanya kalo kepanjangan kita bisa minta dipotongin bawahnya or ada juga teman yang nyari abaya versi anak-anak agar sesuai ukuran. Saya sendiri abaya paling mahal justru yang gratisan seragam yang dikasih harganya 250-an, yang lain paling 100an. Kayaknya kok sayang, akhirnya kalo pulang ke indo saya biasanya beli gamis hitam yang harganya lebih murah n bahan lebih nyaman.

Kalau tsoup suami saya biasanya bikin juga, dan tentunya berkaitan dengan masalah ukuran tadi. Pesennya di souq al ali paling banyak. Khusus penjahit tsoup banyak berjejer di souq ini. Harganya berkisar 100-200 tergantung bahan, model dan ukuran. Kalau suami saya katanya termasuk yang ga boros bahan (rata-rata orang indo khan lebih kecil dibanding orang sini), hihi....padahal suami saya termasuk yang berbadan lebar.

Untuk keseharian, kami tetap lebih sering pakai baju model indonesia, biasa aja. Dengan warna yng macem-macem dan jilbab kain, yang lagi musim sekarang jilbab paris. Saya jadi jarang pakai abaya karena abaya saya tidak berkancing depan, padahal waktu hamil abaya doank yang masih muat dipakai n jadi favorit sehari-hari. Berhubung sudah melahirkan, alhamdulillah juga ukuran badan udah getting back to normal size, jadi udah bisa pakai baju-baju sebelum hamil juga.


Minggu, 17 Oktober 2010

WInter dan Aktivitas

Yuph sekarang mungkin bisa dikatakan masuk musim dingin, walopun....suhu masih terasa panas di badan saat di luar. Maghrib sudah berada di pukul 5.10 waktu Qatar dan shubuh sekitar pukul 04.15. Bisa kita bandingkan saat summer kemaren, magrib bisa sampai hampir jam 8 malem dan shubuh masih jam 3 an pagi. Hawanya juga sudah enak buat jalan-jalan di luar. Angin sudah mulai bersahabat. Biasanya saat peralihan musim seperti sekarang, hujan akan turun sesekali. Kalo kemaren sih baru mendung-mendung dikit aja.

Selesainya musim liburan summer berarti kembalinya aktivitas sehari-hari seperti sedia kala saat sebelum pulang. Sekolah-sekolah sudah mulai masuk, takketinggalan KAIFA pun sudah mulai belajarnya. Anak-anak kelas saya hampir sebagian besar naik ke kelas di atasnya so...suasana baru, partner guru baru dan anak-anak yang baru. Semangat sekali melihat wajah ceria mereka yang antusias memulai belajar di kelas Ba Besar. Rencana disusun, rapat dilakukan agar semua lancar dan sukses dalam pelaksanaannya.

Rencana pendirian nursery juga tak kalah ketinggalan, proposal sudah dibikin, mulai mantengin web ini buat hunting-hunting villa dan survey2 kebutuhan lainnya. Yah semoga semuanya berjalan lancar, apapun hasilnya nanti tetap berusaha optimis kendati mendirikan nursery di negara orang ini juga bukanlah hal mudah. Sebagian besar yang tinggal di sini adalah keluarga muda yang cukup produktif, ke depannya nursery ini pasti akan sangat dibutuhkan. Semoga tujuan mendidik anak dengan nilai-nilai Islami sejak dini ini senantiasa Allah ridhoi dan mudahkan.

Pengajian-pengajian sudah mulai jalan kembali. Ibu-ibu sangat bersemangat setelah hampir 3 bulan lamanya libur. Arisan- arisan sebagaimana kegiatan ibu-ibu pada umumnya pun tak ketinggalan ikut meramaiakan aktivitas kami sehari-hari.

Bersiap menghadapi winter yang tahun-tahun lalu belum pernah saya rasakan (kebetulan selalu pas pulang) yang menurut berita semakin terasa tidak terlalu dingin pas puncaknya. Saya biasanya hanya kebagian awal atau akhir winter saya(bukan pas di puncak winternya). Amunisi yang harus disiapkan menghadapi winter adalah lotion kulit untuk melembabkan karena kulit bisa sangat kering saat udara dingin. Juga cream bibir agar tidak pecah, baju-baju dingin (tapi sepertinya yang ini sekarang belum diperlukan), heater ruangan dan minum-minuman anget.

yo wis segini dulu critanya....masih sama-sama aja, haji juga belum pengumuman. Wallaua'lam, semoga ALlah memberikan keputusan terbaik bagi kami segera. Karena jika berangkat InsyaAllah sudah saya siapkan ASIP di freezer buat Hasan, tapi jikalau pun tidak jadi saya juga tenang tidak perlu meninggalkan Hasan karena masih bisa mimi'in terus.

Rabu, 29 September 2010

Pulang Kampung 2010

Bismillah....Kami bersiap berangkat menuju Doha Airport dengan diantar tetangga kami pukul 10 p.m. Padahal pesawat baru akan terbang pukul 1 dini hari, alhasil silmi dan hasan kami ajak maen di play ground dulu. Alhamdulillah saat di pesawat anak-anak baru bobo dan pules sampe besoknya tiba di tanah air.

backpacker cilik bersiap.....
Alhamdulillah sampe di Bandara Soekarno Hatta pukul 4 sore, segera saya mencari tempat sholat dan gate garuda karena pesawat ke Semarang akan terbang pukul 6 sore. Hal yang lucu saat kami bagi tugas, ayah ngantri check-in di Garuda dan saya ke tempat sholat sama anak-anak sambil jalan nyelonongaja ga bawa tas dan agak terburu-buru karena belum sholat. Sesampai di mushola saya sempet bengong dan lupa...hehe...kalo ga bawa uang. Ingetnya masih di qatar yang apa-apa gratis, eh begitu sampe di pintu mushola sudah dihadang dengan petugas yang jagain tong uang bayaran. hehe....belum jadi masuk saya langsung bergegas sama anak-anak baik lagi ke tempat ayah check-in dan minta uang receh lalu kembali ke tempat sholat. Hal yang lucu berikutnya saat saya baru sampe di bandara tanah air dan ini berulang kali terjadi di waktu-waktu sebelum juga adalah ngomong, bertanya atau menyapa dengan bahasa Inggris. Sampe-sampe mbak yang di mushola bengong liat saya nanya waktu maghrib jam berapa hihihi...dasar umi, suka lupa deh. Maaf deh mba, bukannya lagi sok-sok an pake bahasa inggris, asli emang bener-bener lupa.

Sampe di Seamarang pukul 7 malem, alhamdulillah pesawat kami tidak delay, padahal jadwal keberangkatan pesawat sebelum kami sempet delay 1 jam n bikin deg2an juga takut delay. Alhamdulillah nggak dan lancar sampai di bandara Ahmad YAni dan disambut mbah putri, mbah kakung dan om Wahyu. Kami meneruskan perjalanan ke rumah mertua yang baru jadi di Pekalongan. Beda RT saja dengan rumah orang tua saya, tinggal jalan kaki, 15 menit juga nyampe hehe.....
ALhamdulillah rumah mbah udah jadi, jadi deket deh mudiknya hehe....

Saat Lebaran, sholat Idul Fitri kami laksanakan di Rumah dinas mertua di pemalang. Alhamdulillah masih diberik kesempatan untuk bisa berkumpul, bersilaturahmi dan melaksanakan sholat Idul Fitri di tengah dinginnya pagi kebun teh.

Silmi dan Hasan bersama sepupu-sepupunya....wah rame deh rumah mbah Kaji....

Silmi anak Pekalongan, makan Megono bersama Mbah Kaji di Alun-alun Kajen....

Setelah berlebaran di rumah Mbah-mbah Silmi, kami melanjutkan perjalanan ke Tuban. Ada beberapa urusan rumah yang jarus kami selesaikan. Sempet agak ragu-ragu karena ayah nyetir sendiri dan kondisi jalan yang masih rame dengan arus balik. Tapi bismillah, sempet bingung juga nyari car seat di daerah pekalongan dan semarang, tadinya barangkali ada persewaan sebagaimana banyak di jakarta. Ternyata umi ga nemu, yo wis akhirnya beli juga, gapapa buat besok-besok kalo pulang kampung lagi, kalo ga muat di Silmi ya buat Hasan tar. Dari Tuban kami mampir ke Cepu ke tempat temen-temen ayah, walopun hari kerja Alhamdulillah namanya juga PNS masih bisa juga kesempatan buat ngumpul saat istirahat siang. Dulu waktu masih di Tuban, umi dan ayah juga sering ke cepu, tapi naek motor aja....lumayan deket kok, paling cuma 1,5-2 jam-an lah. Setelah dari Cepu kami melanjutkan perjalan pulang ke Pekalongan, karena kemaleman di kudus dan ayah udah capek nyetir plus takut berhadapan dengan bus malam, kami memutuskan untuk istirhata menginap dulu di Kudus. Menikmati kenyamanan hotel dengan berenang dan sarapan pagi-pagi yang cukup menyegarkan untuk bekal kami melanjutkan perjalanan pulang ke Pekalongan.

Ayah bersama teman-teman di Cepu.....

Dari Pekalongan kami packing koper2 bawaan kami ke Qatar, bersiap dengan kereta menuju depok kota kelahiran Hasan. Sampe di rumah pak dhe jam 2 siang, menginap semalam dan besok paginya kami lanjut ke bogor. Tujuan pertama ke taman safari, mumpung masih pagi dan ga rame, dan biasanya habis dzuhur hujan akan turun. Alhamdulillah Silmi dan Hasan seneng banget di taman Safari bisa melihat hewan dari dekat. klo umi sih dari dulu emang udah tinggal di bogor lama ya biasa2 aja, tapi emang sengaja pengen ngajak silmi, hasan dan ayah menikmati indahnya puncak. pengen ikut safari night juga tapi khan emg cm ada klo malem minggu, jadi ya next time lah. lagian lebih puas juga khan klo liat siang2 dengan jelas wujudnya kayak gimana.

Sorenya kami pulang ke bogor, mampir silaturahmi ke temen-temen umi dan malemnya check in di hotell trus jalan-jalan ke botani square hiks hiks....padahal botani square itu dulu ruang-ruang kuliah umi waktu masih di baranangsiang. eh ternyata ketemu sama dosen umi juga. besoknya lanjut ke kebun raya bogor haha....padahal dulu jaman kuliah mah boro-boro ke kebun raya, lha wong tiap hari liat jadi ga pengen masuk juga sangking udah ga keitung berapa kali masuk kebun raya. Tapi ngajak jalan-jalan keluarga ke kebun raya yang belum pernah, silmi suka juga kok sama pohon gede2. Tidak lupa menikmati kuliner sunda dan khas bogor yang umi kangenin.

Janjian dengan seorang teman umi di tempat ngajar umi dulu....tapi sekarang udah pindah ke bangbarung...
Dari bogor kami pulang ke depok, packing-packinfcvhg lagi dan renang dulu bentar sama sepupu-sepupu silmi. Malemnya kami melanjutkan ke bandara dengan taksi untuk kembali ke Dohaa...hmmm rasanya kok masih berat ya buat ninggalin tanah air tercinta.....bismillah kembali menuju our home sweet home di doha.

bersiap untuk renang di depok

berenang dulu ah.....







Senin, 27 September 2010

Idul Fitri 1431 H

Wahhh....walopun telat, tak ada salahnya mumpung masih di bulan Syawal....kami sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1431 H, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan kemaren bisa tetap kita pertahankan bahkan tingkatkan serta diterima Allah swt. Semoga Allah juga memberi kesempatan bagi kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.

Maklum sibuk pulang kampung euy....udah ga sabar pengen share juga cerita jalan-jalan kami sekeluarga ke Tuban tanah kelahiran Silmi, Cepu, Depok tempat kelahiran Hasan, Bogor, Taman safari dll...hmmmm...bener-bener tour de java neeh vacation kami kali ini.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kangen Menjelang Pulang

Insya Allah tanggal 31 Agustus besok kami akan pulang ke Indonesia. Bismillah semoga lancar. Kalo udah deket-deket mau pulang gini, biasanya rasa kangen tambah membuncah. Sambil menunggu waktu pulang, sambil saya liat2 lagi aja foto2 pulang kami saat lahiran Hasan februari kemaren.

Alahmdulillah tiket sudah siap, tiket jakarta-semarang juga udah OK, semoga lancar semuanya. Awalnya kami bermaksud mampir dulu ke jakarta-depok, tapi tidak jadi coz kami takut pulang berbarengan dengan arus mudik, jadi better langsung ke semarang aja. Alhamdulillahnya dapet tiket promo garuda murah banget. Ga tau nih promo apaan, kakak yang bookingin, satu tiket cuma kena 350an ribu untu dewasa. Wah....lumayan lah, biasanya khan bisa sampe 600-700 ribu.

Rencana sampe di semarang, Bapak-Mama; akan jemput di Bandara....oh...rasanya ingin segera menjelang. Padahal sekarang kami malah lagi pusing packing2 n belanja oleh2 yang belum beres2 juga.
gunung slamet

rumah dinas mertua yang terletak di kebun teh hmmm....berasa villa pribadi

jalan-jalan pagi ke kebun teh

silmi metik daun sirih...buat nyirih sapa neng? hehe.....

Just Pictures

Hihi, lagi agak males bercerita tentang serunya aktivitas anak-anak. Jadi cukup saya share putu-putu mereka saja. Hasan yang embil sekarang udah ngeut banget merangkaknya, rembetan ke mana-mana, udah bisa berdiri sendiri sesekali, tapi masih takut. Kakak Silmi sekarang lagi mirip sama cowok potongan rambutnya coz dia lagi hobi potong rambut sendiri ampe cepak. jadi ya gitu deh jadinya. cekidot!

Lirikan matanya.....

si "Emblep" bobo di car seat

critanya mo ikutan belajar bahasa Arab nih ustadz

silmi dengan meja belajarnya

Senin, 09 Agustus 2010

Jelang Ramadhan

Bulan penuh berkah khan tiba sebentar lagi. Kami sekeluarga mohon maaf dzahir dan bathin
Semoga Kita bisa mengoptimalkan Ibadah kita. Agar menjadi Ramdhan yang terbaik, lebih baik dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.

Penentuan Ramadhan di sini tetap dengan melihat hilal. Jadi, malamnya pemerintah baru akan mengumumkan lewat awqaf, masjid-masjid maupun siaran televisi nasional (Qatar tv) bahwa sudah masuk Ramadhan. Kadangkala malah harus nunggu beberapa saat sesudah shalat magrib apakah nanti sudah akan tarawih atau belum (masuk bulan Ramdhan atau belum). Walaupun jadwal kalender hijriah pun sudah ada, tapi tetep harus melihat hilal untuk memastikan dan memang sunnah-nya khan begitu aturannya.

Demikian pulan dengan nanti saat penentuan idul fitri, jadi malamnya kita harus sisaga, cari informasi. Ini Ramadhan kedua kami di sini, bedanya sekarang ada Hasan dan saya menyusui. Bismillah semoga Hasan tidak apa-apa saya berpuasa, sebagaimana dulu Silmi pun demikian. Aplagi dia sudah makan, Insya Allah berpuasa sambil menyusui masih lancar-lancar saja.

Beberapa hal yang biasanya saya lakukan saat sedang menyusui dan berpuasa adalah rutin meminum suplemen, madu, habbatussaudah dll. JIka malam hari, usahakan makan sesering mungkin, maksudnya makan sedikit-sedikit tapi cukup sering. Dan jangan lupa makan sahur pastinya. Karena makan sering, usahakaan makannya jangan yang terlalu berat, tapi dengan perbanyak sayur n buah.

Bismillah, mari kita sambut Ramadhan penuh berkah