Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Sabtu, 13 Juni 2009

Jalan-Jalan Pagi di Corniche Saat Summer







Summer-summer begini bingung mo jalan-jalan n ngisi waktu liburan. Suhu di luar saat siang hari bisa sampe 50 degC. Mau keluar malam hari, rame coz semua orang baru keluar pas malam….jalanan rame di mana-mana. Akhirnya seperti biasanya kami memutuskan pagi-pagi saja jalan-jalan ke Corniche. Biasanya pagi gini hawanya masih sejuk…eh ternyata udah panas juga. Padahal kami udah berangkat dari rumah jam 4. 30 pagi. Baru sebentar kami jalan-jalan, ayah lari-lari, eh matahari udah beranjak ke atas. Belum lagi humid udah mulai terasa di pinggir laut seperti ini. Jadi badan keingetan bukan karena lari-lari or olahraga, tapi karena gerah udara sduah mulai panas.

Akhirnya setelah kami makan perbekalan sarapan, kami memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan menuju mobil, sepertinya ada suara orang memanggil dari sebuah mobil yang baru saja parkir. Kami lihat sepertinya Qatari, setelah bersalaman dan berkenalan, ternyata orang tersebut mo ngasih boneka mungil ke Silmi…oh..you’re so lucky today, my Girl! Hehe emang anak kecil, begitu dikasih dia langsung memeluk erat tu boneka n diminta buat disimpen pun ga boleh…..emang gitu ya kalo anak kecil punya barang or maenan baru….ga mau lepas ampe waktu tidur baru bisa ditaruh tu barang.

Perjalanan berikutnya, kami ke pelabuhan buat beli ikan. Pelabuhan depan Movenpick hotel, para nelayan baru saja merapat membawa hasil tangkapan. Wah bingung juga nih milih2 ikan…coz sebagain besar emang ukurannya gede. Kami yang Cuma buat makan berdua jadi bingung mo beli ikan apa. Mana ga enak juga kalo beli Cuma sedikit gitu.

Sand Dune






Yuk kita share jalan-jalan kami ke Sand Dune di Messaid. Tempat ini adalah perpaduan padang pasir, gurun dan pantai. Sejauh mata memandang terlihat lautan Pasir, kemudian laut yang biru memanjang. Kira-kira 45 menit dari Doha kami tiba di tempat ini. Lumayan rame karena hari jum'at.






Setelah para Bapak sholat Jum'at kami langsung menuju ke pantai untuk makan siang bersama.





Mobil yang bisa ke daerah ini hanya mobil dengan cc besar (minimal 2000cc lah) n tinggi, kalo ga, bisa oleng alias ngepot tak tentu arah. Wisata ini cukup terkenal memang di Qatar. Kami menikmati makan siang sambil bermain di pantai dan melihat orang2 yang sedang memacu mobilnya menaiki gunung pasir. Kadang mobil ngepot....trus ngosek...trus mundur lagi....bersamaan dengan bunyi gas yang cukup keras....melihatnya saja saya sudah cukup merinding...hiii serem. Takut mobilnya mbalik. Sepertinya tidak mungkin kami memakai mobil kami yang hanya ber -cc 2000 ini untuk melaju ke gunung pasir seperti itu.





Akhirnya para bapak yang tetap ingin menguji adrenalin menaklukan gurung pasir , memakai ATV yang sewanya 100QR/jam atau sekitr 250-300 ribu rupiah. Wuss....Ayah beraksi dengan ATVnya, sementara kami para ibu menonton dari jauh. Ada juga ibu2 yang nyobain, pengen juga sih....secara paling kayak motor biasa gitu...tapi inget!!! saya lagi hamil muda...hehe....jangan lupa!

Kamis, 07 Mei 2009

Fish : Be Aware

Saat-saat kehamilan seperti sekarang membuatku membuka-buka buku kembali tentang kehamilan. Walaupun sudah pernah melalui masa-masa kehamilan pertama, tapi tentu merefresh kembali ilmu, info agar kita bias menjaga kehamilan kedua ini dengan baik dan lebih baik akan saya lakukan.
Berawal dari sebuah buku yang saya baca, karena buku-buku kehamilan pertama dulu masih di indo, jadi saya mencari buku-buku yang ada di sini. Di buku itu disebutkan bahwa ikan merupakan salah satu makanan yang patut diwaspadai. Artinya perlu perhatian khusus ketika kita sedang hamil. Awalnya saya mengira bahwa ikan sumber protein tinggi, kaya akan omega3 yang bagus untuk perkembangan otak janin. Tapi perllu diperhatikan bahwa ada beberapa ikan yang mempunyai potensi cukup besar mengandung merkuri maupun logam berbahaya lain. Apalagi ikan laut dalam dan kita ketahui bersama bahwa Qatar adalah Negara industry berskala besar. Industri LNG, oil n gas merupakan industri terbesar di sini, bukan tidak mungkin, walopun tidak bias dipastikan pula, bahwa limbah yang terbuang/terbawa ke laut akan mengkontaminasi ikan-ikan di dalamnya. Merkuri dapat mengganggu perkembangan saraf otak janin. Jadi, musti berhati-hati memilih jenis ikan yang akan kita konsumsi.
Beberapa waktu lalu, ketika ada roadshow autism awareness, kita berdiskusi mengapa di Qatar tingkat autismenya cukup tinggi. Rasio di dunia untuk anak autis adalah 1:150, rata-rata. Sedangkan di Qatar, rasio itu menjadi 1:50....sebuah angka yang cukup tinggi. Sampai pada akhir diskusi kami, walopun belum bias dipastikan lewat penelitian ilmiah, kita perlu waspada dengan factor-faktor yang dicurigai menyebabkan autism. Beberapa di antara yang menyebabkan Negara ini mempunyai rasio autis yang lebih besar barangkali adalah karena itu tadi, orang Qatari sangat gemar mengkonsumsi ikan. Padahal industry LNG, oil n gas dimana-mana. Trus, bayi-bayi kalo imunisasi biasanya tidak one dosis sekali imunisasi, bias beberapa. Yah....ternyata ada sebuah ilmu baru yang harus saya ketahui dan saya waspadai setelah mengetahuinya. Kita tentu berharap yang terbaik buat anak-anak kita, dan hanya Allah yang menetukan dan mempunyai kepastian. Kita hanya bias berdoa....tapi juga berikhtiar untuk yang terbaik,, selagi kita masih bias berusaha.

Minggu, 03 Mei 2009

Kuliner Pekalongan (part 2)

KIta lanjutkan kuliner khas Pekalongan berikutnya.....versi saya....
3. Pindhang Tetel
Pindhang tetel ini kalo sekilas penampilannya mirip rawon, tapi bumbunya agak beda dikit n bahan yang dipake biasanya kikil, bukan daging....kalopun ada daging, cuma buat campuran aja. Dimakan enaknya dicampur kerupuk usek (kerupuk pasir), diguyurin ke kerupuk gitu hmmmm enak deh. Bahannya bisa juga dicombine sama daging ayam or balungan.
Bahan : Kikil, daging ayam/tetelan, kerupuk usek/kerupuk pasir
Bumbu : bawang merah, bawang putih, cabe, kluwek/pocung, daun bawang, garam, tomat, daun salam
Cara membuat : masak daging agar air kaldu sudah siap dan daging sudah empuk. Haluskan semua bumbu, iris daun bawang dan tomat. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, bersama daun bawang, masukkan ke dalam air kaldu, masukkan kikil. Tunggu hingga agak matang, masukkan tomat. Remukkan kerupuk di mangkuk, guyur dengan pindhang tetel, siap disantap.
4. Kluban
Nah kalo yang ini mirip pecel or urap. Bahan-bahannya hanya sayuran di rebus, campur dengan parutan kelapa, urap dengan campuran garam, terasi dan kencur yang sudah dicampur sebelumnya. Trus diguyur pake sambel kacang.
5. Keong
Keong di beberapa tempat mungkin ga dimakan, keong sawah maksdunya. Kalo di daerah Pekalongan biasanya dimasak oblok-oblok sama parutan kelapa, trus dicukil makannya. Enak kok, ada juga selain keong, kroco...bentuknya kecil-kecil...agak panjang dari keong.
Bahan : keong, kroco, parutan kelapa
Bumbu : bawang merah, bawang putih, daun bawang, cabe sedikit, kemiri, tumbar, laos. daun salam
Cara membuat : keong digeprek bagian bawahnya agar berlubang, biar bisa dicukil tar kalo mateng, cuci bersih. Kelapa parutan agak diperes. Masukkan semua ke dalam panci rebusan, bumbu dihaluskan, masukkan semuanya, tunggu hingga mendidih dan matang.

Summer, Datang Lebih Cepat

Yah....karena belum pernah merasakan summer di negeri padang pasir ini, ima jadi penasaran, gimana tho panasnya summer di sini. Maklum, ima datang di akhir musim dingin, atau tepatnya peralihan musim dingin ke summer, jadi cuaca masih mending, masih mirip sama di Indonesia walopun lebih dingin tentunya. Nah dari hasil nanya-nanya, summer akan datang Juni-Agustus, sekolah juga libur selama 2 bulan itu. Suhu maksimum di luar rumah bisa sampe 52 degC.
Ternyata, kemarin waktu bulan April, suhu sudah mulai memanas. Sepertinya summer sudah mulai datang, setelah sebelumnya diawali musim hujan selama seminggu....jarang2 khan di qatar ada hujan.Suhu di luar rumah sekarang sudah mencapai 46 degC. Sudah terasa sangat panas, di dalam rumah pun kami sudah nyalain AC nonstop. Trus, yang paling terasa, air di kamar mandi pun jadi panas tanpa pake pemanas air. Jadi kami siasati, bath tube kami penuhin supaya airnya jadi dingin(jadi kayak bak mandi di indonesia hehe...), atau pake ember ditampung gitu. Kalo langsung dari keran....wah bisa-bisa melepuh tar kulitnya.
Padahal ini baru bulan April...menginjak Mei. Menurut beberapa teman, kemungkinan karena efek global warming, musim emang jadi tidak menentu, sepertinya summer akan datang lebih awal dan berakhir lebih lama. Jadi diperkiakan bisa sampe September akhir or bahkan Oktober akan summer terus. Wuidiiiih...pantesan orang-orang Qatarinya juga kalo pas liburan summer, pada ngungsi wisata ke negeri2 yang lebih dingin, contohnya Malaysia....ga tau ada ga ya yang ke Indonesia? Temen-temen yang dari Indonesia juga biasanya pada pulang pas anak-anak libur, bahkan beberapa ada yang bablas sampe idul fitri di kampung halaman. Nah berhubung kita baru dateng dan ga punya anak usia sekolah....so suami kebagian jaga pabrik...hehe...ga ada jatah cuti pulang...it means kami bakal menikmati summer ini full...bismillah lah....semoga sehat dan baik-baik saja.

Kamis, 30 April 2009

Kehamilan Keduaku

Alahmdulillah sekarang kehamilanku tlah sampai di minggu ke-9. Tanda-tanda kehamilan sudah mulai terasa, dari yang mual, ngantuk...tapi ga parah-parah amat sih. Dulu juga waktu hamil Silmi ga parah sampe ga mau makan or makanan yang masuk dimuntahin lagi. Kalo lemes, mual gitu masih kuat lah. Ima juga masih bisa masak, makan, walopun makan kadang milih2, seleranya agak berubah. Padahal tadinya udah takut, jangan-jangan parah lagi, mana di negeri orang....repot. Suami juga udah khawatir jangan-jangan ngidam makanan yang susah-susah n ga ada di sini....but Alhamdulillah so far masih baik-baik saja.
Kemaren ima periksakan kehamilan ini ke dokter. Tadinya bingung cari refferensi dokter cewek yang bagus, enak buat konsultasi dll. Akhirnya dengan mencoba-coba, ima datengi klinik deket rumah yang udah jadi langganan tetangga ima, dia sedang hamil 7 bulan. So...malem-malem kami datang ke klinik, pas liat nama dokternya di papan, sambil registrasi....rasanya kok aneh, kayaknya dokternya orang Rusia nih. Alhasil, sudah tanggung periksa kami lanjutkan. Konsultasi berjalan sebentar, tidak di USG, hanya dicek tekanan darah, BB dll. Sampai pada advice dokter, beliau bilang kalau di trimester pertama ini, ima harus banyak istirahat, tidur diperbanyak. Trus ima dintanya, kalo malem tidurnya jam berapa? bangun jam berapa? Pas ima jawab bangun jam 4 pagi, eh dia bilang itu masih kepagian. Trus ima jawab lagi, lha kan musti sholat, musti bantu suami siap2 berangkat kerja( berangkat kerjanya kan jam 4.30). Eh trus kata dia lagi, udah suami gapapa, biar ngurus sendiri, toh bisa paling. Trus yang tetang sholat, gapapa, imam2 itu juga pasti mau memahami kondisi ibu hamil di 3 bulan pertama, ga sholat juga gapapa, saya jamin deh pasti dimaafkan. Eeeeehhh, padahal takkirain paling banter dia bakal suggest kalo habis sholat tidur lagi aja, lha ini kok malah nyuruh ga sholat......dokter yang aneh. Pengalaman periksa pertama kali yang cukup bikin kapok hehe...
MInggu-minggu ini juga ima lagi ikutan driving school. Alhamdulillah bisa ambil lebih singkat, semoga test besok diberi kemudahan, biar bisa dapet SIM n ga perlu numpang, atopun nunggu suami kalo harus kemana-mana.
yups...thats all, tak banyak yang berubah dengan masa kehamilan pertamaku dulu. Semoga Allah selalu berikan kekuatan untuk menjalaninya dengan penuh keikhlasan.

Rabu, 01 April 2009

Semua itu pasti ada Hikmahnya...

Alahmmdulillah, sudah satu bulan lebih terlampaui perjalanan hidup keluarga kami di Qatar. Sebuah episode hidup yang sungguh memberikan banyak hikmah. Bener kata temen2, kalo ingin menemukan ujian kesabaran, di sinilah tempatnya.

Sungguh bukan uang maupun materi yang kami tuju. Biar Hanya Allah lah yang tahu tujuan yang ada di hati2 kami. Yang jelas, sejauh ini kami tlah mendapatkan banyak hikmah atas semuanya. Dulu, ketika suami memutuskan untuk berhijrah ke sini, ima sempet bingung...tapi ima yakin, pasti ada hikmah, ada rahasia Allah atas semua ini.

Dan akhirnya semua ini, sejauh ini mampu membuat kami berproses menjadi sosok yang lebih bisa sabar. Di sini, diperlukan ekstra sabar dalam menghadapi segala persoalan, apalagi yang berhubungan dengan birokrasi maupun interkasi dengan Qatari. Semoga Allah senantiasa memberikan kami kesabaran yang bertambah-tambah.

Juga lebih bisa mensyukuri nikmat Allah, karena sungguh kita sangat berunutng hidup di negara dengan kesopanan, keramah tamahan. Negara tropis yang kaya akan keindahan alam yang Allah berikan. Kemudahan atas segala hal, kasih sayang, ukhuwah sesama muslim....yang kurang ima rasakan di tempat yang mayoritas penduduknya muslim ini.

Kesyukuran atas keluarga yang Allah berikan kasih sayang yang berlimpah. Yah...berada jauh dengan keluarga membuat rasa kangen muncul, semakin menyadari bahwa keluarga kami, ayah ibu kami begitu menyayangi kami dan sangat kami sayangi. Tak akan kami sia2kan kesempatan yang telah keluarga kami berikan, kesempatan untuk mentarbiyah diri dan keluarga menjadi sosok yang lebih baik. Tlah kami korbankan jarak dan waktu, tak kan kubiarkan semuanya berlalu tanpa makna.

Kesyukuran atas amanah yang Allah berikan kepada kami, mendidik anak-anak kami dengan penuh kasih sayang. Bahagianya hati ini atas hadirnya calon adik Silmi. Semoga Allah memberikan amanah ini karena Allah percaya kami mampu, dan senantiasa berikan kami kekuatan, keberanian, untuk mendidik, merawat anak-anak kami, menjadi anak yang sholih/sholihah...penyejuk hati kami.

Dan begitu banyak nikmat yang Allah berikan yang tak terhitung, tak mampu kusebut karena begitu banyaknya. Semoga Allah senantiasa berikan kami kesempatan dan kemampuan untuk mensyukurinya.

Lebih merasa dekat dengan Allah, karena dalam kesendirian, hanya Allah lah tempat kami berserah dan meminta pertolongan. Dalam keasingan di negara orang...tatkala tak ada seorang pun yang meolong, tak ada seorang pun di dekatmu....sesungguhnya Allah dekat slalu.

Yah, ima yakin, ada dikmah di setiap episode kehidupan ini, membuat kita menjadi sosok yang mampu merenung kembali, menjadikan segalanya lebih baik, mencari keridhoanNya, ridho suami, ridho semuanya....atas Syahid dan Jannah yang sangat kami impikan, atas Allah yang kami rindukan. Semoga kelapangan dan keikhlasan kami, orang-orang di sekitar kami senantiasa kau berikan Ya Allah, dan kami bisa menjalani hidup dengan lebih baik. karena kami sadar, kami masih harus banyak belajar...mentarbiyah diri terus menerus, lewat hikmah kehidupan salah satunya.