Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Minggu, 16 Desember 2012

Kok Malah Disuruh Berhutang


Ada beberapa hal yang mungkin bikin kami kaget dan lucu, mungkin ini bentuk penyesuaian kami dengan kondisi yang kami temui di indonesia. Yang pertama soal kredit/hutang. Ini kami temui ketika akan membeli mobil maupun motor ataupun barang-barang elektronik lainnya. Kenapa promo selalu ada buat barang-barang yang dibeli kredit?hehe....ga adil, misal kalau barang dibeli dengan mencicil dapat hadiah macem-macem tapi yang dibeli cash enggak. Trus beli mobil atau motor kalau mau kredit barangnya ready stock, tapi kalau cash harus indent paling cepet seminggu baru ada....weee lah wong mau dibeli cash mereka dapat duit aja lho kok susah. Mungkin ini memang strategi seller buat meningkatkan keuntungan mereka. Pada dasarnya khan mereka juga ga butuh uang balik cepet-cepet, yang penting untungnya lebih banyak ya mending gitu kali.

Kejadian kedua waktu kami akan menarik uang cash dalam jumlah besar untuk bayar-bayar rumah dll. Padahal kami sudah telpon dulu karena memang prosedur pengambilan uang dalam jumlah besar khan harus menghubungi bank-nya erlebih dahulu, Sesampainya di bank suami malah diceramahin macem-macem yang intinya biar dana cash-nya ga diambil. Seperti ditanya untuk keperluan apa, kalau kita jawab bayar beli rumah, dia bakal nawarin kredit pemelilikan rumah. Untuk beli mobil juga sama...kenapa ga kredit aja pak? Yeee....gimana sih, mau ngambil duit-duit sendiri aja pake acara macem-macem, susah bener padahal ngambil duit sendiri yak....

Kejadian berikutnya ketika kami akan membeli emas logam mulia dari antam. Kami memilih emas sebagai alat penjaga aset, bukan sebagai sarana investasi. Jadi kami memilih logam mulia batangan bukan perhiasan. Kami cari informasinya bisa dibeli di pegadaian, ternyata pegadaian menjual dengan cara kredit beberapa bulan, kalau mau cash juga harganya jatuhnya sama kayak yang kredit paling cepat yaitu 3 bulan. Yahhhhh.....kok gitu?teman kami menawari kepemilikan LM dari sebuah bank syariah tapi syaratnya harus dititip di bank tsb dengan biaya titip sekitar 1 persen per tahun....yahhh balik lagi kami kecewa karena ga bisa beli langsung dapet. Padahal kalau di qatar bisa-bisa aja beli emas batangan cash bahkan ga boleh kredit karena harga emas setiap hari bisa berubah, untuk mengindari riba juga mungkin. Sebenernya dititip juga gpp sih, toh khan aman, lha tapi kami sudah terlanjur menyewa safe deposit box di bank....yang bisa diisi berapapun jumlah emas yang kami taruh. Kalau pake titip emas lain juga di bank ya kami jadi bayar double-duble donk.

Sebenernya kami tahu ya mungkin buat bank-nya jadi rugi juga kalau uang nasabah berkurang yang dititip ke mereka. Trus dengan kredit mungkin pergerakan ekonomi, keuntungan, perputaran uang dll bs lebih bagus. Tapi ya mohon maaf, mungkin harus juga menghargai orang-orang seperti kami yang berprinsip kalau bisa tidak hutang kenapa harus hutang. Kami memang sebisa mungkin tidak memenuhi kebutuhan kami dengan berutang, menghindarinya. Tinggal pemenuhan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan kita,punyanya uang segini ya belinya yang begini. Kalaupun ada target beli sesuatu yang nilainya cukup signifikan ya ditahan dulu, nabung dulu sampai duitnya cukup, begitulah kira-kira. Karena bagaimanapun juga hutang itu adalah salah satu yang menjadi ganjalan seseorang masuk surga, hutang juga seharusnya merupakan salah satu dari beberapa hal yang perlu disegerakan untuk ditunaikan seorang muslim. Bukan bermaksud menyalahkan atau ga setuju dengan yang berhutang lho yah....toh hutaang juga diperbolehkan. Cuma maksudnya ya tolong dipahami juga bila ada orang yang ga mau ngutang, minimal tidak usah dipersulit toh tidak merugikan banget tho.

Tidak ada komentar: