Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Senin, 10 Agustus 2009

Menyapih Silmi

Silmi akhirnya disapih juga sama umi saat umur 1 tahun 8 bulan, saat ini dia sudah menginjak 1 tahun 9 bulan. Sebenarnya oleh dokter kandungan ummu Silmi, dia harusnya segera disapih begitu tahu saya hamil, karena bisa beresiko terhadap kehamilan adeknya Silmi. Tapi, emang saya agak bandel dan kasihan juga sama Silmi, saya tetap bertahan untuk ngasi ASI ke Silmi. Setelah berkonsultasi dengan teman, kakak dll, banyak juga yang share pengalaman men-thundem menyusui 2 anak tidak masalah, ataupun menyusui saat hamil. Oleh karena itu, saya akhirnya berikhttiar dengan membuat batasan sendiri, maksimal sampai usia kandungan saya 5 bulan. Akhirnya, atas berbagai pertimbangan, walaupun dengan rasa sungguh kasihan dengan Silmi, saya menyapihnya saat usia kandungan 4 bulan dan Silmi 1 setengah tahun. Apalagi karena kami akan berangkat umroh, barangkali saya akan menghabiskan energi yang cukup banyak, disedot oleh 2 anak sekaligus memang terasa cukup berat.

Silmi saya sapih dengan memberi rasa aneh pada puting susu yang dia hisap. Awalnya memakai minyak telon, tapi tidak berhasil, kemudian saya pake obat batuk karena kebetulan dia juga sedang agak batuk, akhirnya berhasil. Dia memang terlihat sangat tidak suka saat sakit setiap kali minum obat batuk itu. Walaupun pada saat itu Silmi tidak mau minum susu sama sekali selain ASI tapi makannya masih banyak, jadi saya tidak terlalu khawatir. Berikutnya mencoba mengganti susunya dari ASI ke dot. Setelah mencoba bermacam-macam merk susu dan model dot, tak satupun yang dia mau. Akhirnya justru dia mau minum susu UHT pake sedotan. It's OK, never mind, makannya juga masih banyak. Lagipula bukankah step by stepnya memang dia harusnya sudah ga minum dengan dot? Lama kelamaan juga dia mau susu bubuk buat anak di atas 1 tahun tapi dengan gelas, Alhamdulillah...gapapa juga.

Hal yang saya temui kemudian adalah dia menjadi susah tidur karena ga ada empengnya, maksudnya biasanya khan dia mimi ASI-ngempeng sama uminya pas mau tidur. Sekarang jadi begadang deh, malam-malam pertama terasa berat, karena dia bobo sengantuknya kapan, kadang bisa malem banget. Lama kelamaan saya jadi terbiasa dengan jadwal tidurnya yang memang saat summer anak-anak di sini pun seperti itu, tidur larut malam, bangun agak siang, gapapa juga karena dia juga ga rewel, cuma waktu sampai dia bobo dia isi dengan maen segala macam maenan dia. Paling yang repot Ayahnya kalo harus tidur cepet karena besoknya musti berangkat kerja pagi-pagi. Yah, Alhamdulillah Allah mudahkan semuanya, Silmi sehat, makannya juga banyak...tak perlu pakai dot, karena memang seharusnya begitu. Maafkan umi ya Nak yang tidak sampai 24 bulan menggenapkan susuan ASI-mu. Semoga 20 bulan ASI cukup membekalimu kesehatan serta kecerdasan untuk pertumbuhanmu berikutnya. semoga Adek Silmi juga mendapat asupan gizi yang ukup kendati di awal harus berbagi. Amien....selanjutnya cerita....potty training....toilet training...next, Insya Allah

Tidak ada komentar: