Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Jumat, 09 Juli 2010

Ke"botak"an Silmi

Hehe...cerita ini berawal dari kebiasaan Silmi yang muncul juga saat summer seperti sekarang yaitu "bergadang". Tapi untuk summer kali ini tidak begitu parah, paling banter jam 1.30 dia udah bobo, masih mending dibanding summer tahun kemarin yang baru bobo habis shubuh bahkan sampai jam 7.30 pagi baru bobo setelah begadang semaleman suntuk.

Biasanya saya akan mengikuti pola tidur Silmi supaya bisa istirahat cukup dan mengawasi selama dia masih bangun, takutnya kenapa-napa. Nah berhubung saat sekarang paginya saya sering ada acara ataupun saat anak-anak bobo saya pake buat ngerjain kerjaan rumah, alhasil saya jadi tidak bisa ngikutin pola tidurnya. Malam harinya, mata dia masih bulet tanda belum ngantuk sama sekali, tapi mata saya sudah 5 watt tak kuat menahan kantuk. Biasanya saya masih bisa terus menahan kantuk dengan membacakan buku cerita sambil berusaha terus menidurkan Silmi. Tapi karena sekarang ada Hasan, seringnya saya jadi ketiduran saat ngelonin Hasan.

Silmi memang sudah saya kenalkan dan terbiasa bermain gunting kertas. Gunting yang kami berikan, agar aman, hanya lah gunting yang tidak ada blade logamnya. Jadi hanya tajam pada objek kertas saja. Itupun bentuknya kecil, mungil dan relatif tidak berbahaya lah. Selama ini juga dia lagi hobi banget menjadikan hanya kertas yang jadi objek guntingannya.

One day, saya ada perlu berbelanja peralatan anak-anak murid kaifa untuk membuat hasil karya. Salah satunya tentunya gunting, dan tentu saja gunting yang biasa, hanya saja ada pengaman(ujungnya tidak lancip) karena dipakai anak-anak usia 6-10 tahunan jadi tidak masalah. Barang - barang hasil belanjaan memang saya simpan sementara di rumah masih dalam palstik belanjaannya. Cuma saya lupa untuk menaruhnya di tenpat tinggi yang Silmi tidak bisa menjangkaunya.

Suatu malam, saya sudah tak kuasa menahan kantuk dan terlelap sekejap saat ngelonin Hasan. Tapi saat itu saya sadar betul Silmi masih belum bobo. Saat terbangung, saya langsung nyari Silmi, Alhamdulillah dia sudah terlelap di tempat tidurnya. Tapi yang menjadikan saya kaget, rambut berserakan di lantai bercampur dengan guntingan-guntingan kertas. Dalam hati saya bertanya, rambut siapa ini? Langsung saya cek rambut Silmi, dan ternyata sebagian rambut di samping kiri depan deket poni sudah botak....yah...kok dia bisa gunting rambutnya sendiri? Saya lihat sekeliling ternyata dia tidak memakai gunting yang tanpa blade logam, dia nemu gunting lain di dalam kresek belanjaan saya. Astaghfirullah, Alhamdulillahnya kok hanya rambut yang botak, dan Silmi tidak kenapa-kenapa/terluka.

Ayahnya paling kaget saat lihat rambut Silmi botak, tapi ya sudah...gimana lagi, walopun dalam hati nyesel juga coz dia khan anak perempuan. Ayahnya kha paling hati-hati sama rambut Silmi, saya potong poni nya aja komennya "kok gitu mi?", "hmmm...jelek ya?" jawab saya. Alhasil saya selalu membawa Silmi potong rambut di salon daripada Ayahnya protes"kok modelnya gitu?". Padahal perasaan hasil potongannya juga ga beda jauh sam ayang di salon hehe.,.Nah ini...huwa...rambut Silmi botak?...ayahnya shock berat deh hihi.

Yah itu tadi, peristiwa tersebut jadi pelajaran buat kami, Alhamdulillah rambut masih bisa tumbuh, bukan jarinya yang terluka, dan baru botak sebagian, ga dibotakin semua alias gundul. Kami juga jadi harus ekstra dalam mengawasi, jangan sampai lalai lagi. Semoga juga bisa cepat tumbuh panjang agar saat pulang lebaran nanti mbahnya ga kaget :). Soalnya Silmi khan cucu kesayangan mbahnya karena anak-anak beliau laki-laki semua. Apalagi mbahnya juga suka banget sama rambut Silmi yang lurus dan jatuh. Tar dikira apaan Silmi botak gitu setelah lama ga ketemu hehe...

Tidak ada komentar: