Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Minggu, 17 April 2011

Daily Activity from One of Indonesian Mom In Qatar

ust like ordinary mom, saya juga punya kegiatan sehari-hari yang hampir sama dengan yang lain. Hanya saja sebagai seorang ibu dengan 2 anak balita, Silmi 3,5 tahun dan Hasan 16 bulan, hidup di perantauan jauh dari kerabat dan sahabat cukup membuat tantangan tersendiri buat saya. Awalnya hal ini juga membuat saya pesimis, tapi saya yakin Allah akan memberikan kami kekuatan dan pertolongan untuk bisa menjalaninya. Karena kami tinggal di negeri orang, alhasil saya harus bisa mandiri tanpa asisten maupun keluarga yang setiap saat bisa dimintai bantuan dalam mengurus rumah maupun mengasuh anak-anak.

Suami saya bekerja 12 jam sehari dengan sistem shift. Saat masuk pagi dia akan berangkat shubuh pukul 04.45. It means pagi-pagi sekali aktivitas saya saat bangun tidur adalah memasak buat sarapan suami berangkat kerja. Biasanya sekalian saya bikin bekal buat Silmi sekolah. Berbagai alat masak amat sangat membantu rutinitas saya di dapur. Bikin bento buat silmi menjadi salah satu aktivitas menyenangkan selain bereksperimen memasak menu-menu baru. Masakan Indonesia tetap menjadi favorit keluarga kami.

Setelah Silmi bangun, mandi dan sarapan, aktivitas saya berikutnya adalah mengantarnya ke sekolah. Sebelumya tak lupa saya masukkan dulu baju-baju untuk dicuci biar pas pulang jemput sekolah, baju sudah bersih. Hasan pun biasanya tak akan mau ketinggalan ikut serta mengantar....dan kalaupun tidak ikut nggak mungkin juga dia ditinggal sendirian khan? so...come on kids we rock the road. Jalanan highway sangat membantu, rute yang jauh terasa sangat singkat jika tanpa macet. hmmmm i wish jakarta will be like here some day . Alhamdulillah meskipun kami tinggal di negara timur tengah, saya sebagai perempuan dan ibu masih bisa nyetir dan beraktivitas di luar rumah dengan aman. Di negara mid east yang lain belum tentu bisa seperti ini. Mungkin sudah banyak ya....denger-denger cerita tentang kondisi di mid east.
Pulang mengantar Silmi, saya bersiap dengan aktivitas berikutnya. Memandikan hasan, sarapan dan bersiap menuju nursery-nursery an (semacam nursery) tempat saya mengajar anak-anak. Di sini tidak ada sekolah Indonesia, tapi kami para ibu sengaja membuat tempat bermain dan pengasuhan anak-anak untuk sarana bermain anak, saling bersosialisasi dan lain sebagainya, Kalau dalam bahasa arab disebut hadhonah yang artinya tempat pengasuhan, mungkin bisa juga disebut nursery dalam bahasa Inggris. Saya mengajar 3 kali seminggu untuk anak-anak, Hasan pun tentu tak ketinggalan, dia pun bisa ikut bergabung bermain bersama. Mirip dengan nursery, tapi tidak resmi, kami sengaja membuat jadwal bermain bersama dengan dibimbing oleh guru, saya salah satunya. Bisa dibayangkan tinggal di rumah flat apartemen, tetangga tak dikenal (bangsa lain), so....dengan cara ini kami bisa membuat anak-anak tidak terjebak dalam dunia sempit di rumah.

Di hari lain, saya isi dengan belajar bersama ibu-ibu Indonesia yang lain, baik bahasa arab, keIslaman maupun parenting grup. Hmmmm rasanya senang sekali punya teman berbagi sesama ibu Indonesia, selayaknya keluarga especially buat kami jauh dari tanah air.

Sepulang mengajar, saya jemput Silmi dan kembali ke rumah melanjutkan aktivitas berikutnya. Selesai anak-anak makan siang, bermain sebentar dengan mereka, dan mereka pun terlelap dalam buaian tidur siang. Saat tidur siang saya manfaatkan untuk nyetrika karena aktivitas ini cukup berbahaya jika dilakukan saat anak-anak bangun. Mesin cuci ada, segala macam peralatan ada....tapi kenapa ya ga ada mesin yang buat nyetrika otomatis...hihi...nyetrikan baju memang aktivitas yg paling saya tidak sukai di rumah....coba ada alat yang bisa masukin baju triiiing keluar udah setrikaan.

Anak-anak bangun sore hari, mereka senang sekali mandi....segerrr....acara pun berlanjut dengan main bersama lagi....huwa...rame banget n seru sekali bisa bermain bersama anak-anak. Apalagi Hasan, si adek sudah mulai bisa berpartisipasi dalam bermain, sudah bisa diajak kakaknya menjadi partner bermain. Seru dan lucu melihat tingkah polah mereka. Kadang akur....kadang rebutan....kadang saling marah....kadang tertawa bersama....mereka belajar berinteraksi, bersikap....saya pun tak ketinggalan belajar menjadi bagian dari kebersamaan kami.

Menjelang Suami pulang, saya mulai berberes rumah, biasanya saat pagi saya hanya membersihkan sekenanya. Saat sore anak-anak tak ketinggalan ikut berpartisipasi. Saat ayah pulang, kami manfaatkan waktu bercengkerama bersama sebelum anak-anak tidur. Kami bacakan cerita, ayahnya yang seharian bekerja berusaha mengoptimalkan waktu bersama anak-anak.

Dan saat anak-anak sudah saya antar tidur dan terlelap, it's time for me to mantengin kuliah online di laptop dengan lebih konsentrasi. Belajar dan belajar terus tentang banyak hal....sengaja saya mengambil kuliah online agar tak perlu meninggalkan anak-anak saat belajar, tetap bisa menambah ilmu dari rumah.

jadi begitulah aktivitas saya sehari-hari, walopun kita tinggal jauh dari tanah air....toh masih sama juga ya....just like other Mom, especially Indonesian Mom.





Tidak ada komentar: