Keluargaku Bahagia......

Daisypath Anniversary Years Ticker

Sabtu, 02 Februari 2008

My Silmi's Diary

Pengalaman ini bermula ketika pasca menikah umi mengetahui keberadaanku dalam kandungannya lewat test pack, kurang lebih 1 bulan sesudah ayah & umiku menikah. Mereka begitu bahagia mengetahuinya, langsung saja mereka memeriksakanku ke dr. Utami, tentu aku belum merasakan apa-apa. Waktu terus berjalan, aku pun semakin besar dalam perut umi. Ayah dan umi begitu setia menjagaku dalam perut umi. Dokter memperkirakan aku akan lahir tanggal 7 November 2007. Mereka begitu menyayangiku walaupun aku masih dalam kandungan & aku hanya bisa menendang2 perut umi sebagai tanda kalo diriku sehat2 saja. Lewat USG 4 dimensi tgl 14 September 2007, wajahku sudah bisa terlihat, umi & ayah penasaran denganku di dalam perut. Apakah aku sehat & baik2 saja di dalam sana? Aku pun menggeliat2 menampakkan diriku dan kakiku sudah terlihat juga kan mi?Beratku sekarang sudah sekitar 1,8 ons.l 18 oktober 2007, Sebentar lagi insya Allah aku akan lahir ke dunia, keluar dari perut umi.
Tanggal 29 Oktober 2007, sehabis umi jalan-jalan pagi, umi udah mulai merasa kenceng-kenceng di perutnya. Kebetulan pas jadwal periksa ke bu dokter kandungan. Sampe sana, ketika diperiksa, ternyata umi udah bukaan 1, trus umi disuruh tiduran miring, dan mengelus2 perut supaya bukaannya cepet nambah dan aku cepat keluar. Sampe di rumah umi masih sering merasa mules-mules tapi gak begitu sakit. Sampe semalaman umi mules-mules dan ga bisa tidur, keesokan harinya masih gitu. Umi takut nanti pas melahirkan sendirian gak ada yang menenin & nolongin, jadi umi segera menelpon mbahku. Akhirnya mbahku datang tanggal 30nya. Waktuitu umi masih mules-mules, tapi gitu terus, bukaannya ga nambah2. Sampe akhirnya jam 9 malam ketuban pecah, tapi umiku ga tau kalo itu air ketuban. Baru jam 12 malem umi sadar kalo itu ketuban, segera kami ke bidan dianter mbah guruku. Sampe sana, bidan menginfus kemudian mengantar umi ke rumah sakit karena harus diinduksi dan harus oleh dokter. Sampai di RS Medika Mulia umi diinduksi segera agar aku tidak kehabisan ketuban, kata dokternya kalo sampe besok shubuh aku belum lahir-lahir juga musti dicaesar karena takut aku keracunan or kehabisan ketuban. Sampe keesokan harinya umi tak kunjung melahirkanku. Aku belum mau keluar sampe akhirnya dokter datang, umi&ayahku ngotot minta diusahakan sebisa mungkin normal. Akhirnya oleh dokter umi diinduksi lagi, walopun dengan spekulasi akan keadaanku yang ga menentu. Sampe siang tiba aku tak kunjung mau keluar, sampe jam 3 sore pun aku masih betah di dalam rahim umi. Akhirnya umi dalam kepanikan & kekhawatirannya akan keadaanku memutuskan caesar. Munkin yang dipikirkannya bagimana caranya agar aku lahir dengan selamat, walaupun aku tahu dia begitu kecewa karena tidak bisa melahirkanku dengan normal. Sekarang tiba saatnya aku lahir ke dunia.
Alhamduliallah Aku lahir pada tanggal 31 Oktober 2007 jam 4 sore lewat operasi caesar di RS. Medika Mulia Tuban oleh Dr. Rianto. Walaupun sudah sebisa mungkin diupapayakan normal tapi tetap saja tidak berhasil. Aku lahir dengan berat 2,8 kg dan panjang 48 cm. Seminggu kemudian rambutku digundul dan ayah umi melakukan aqiqah untukku. 16 November 2007 umi ulang tahun, dia merasa begitu bahagia, apalagi aku sudah bisa menemaninya merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Aku sudah terlihat gundul dan lebih besar. Puserku juga udah lepas (puput) walaupun agak sedikit terlambat. 18 Desember 2007, ayah & umi membawaku pergi ke tempat mbah di Batang & Pekalongan. Sekarang ini umurku sudah 2,5 bulan. 14 Januari 2008 kemaren ulang tahun pernikahan Ayah& Umi, aku senang sudah berada di tengah-tengah mereka dan merasakan kebahagiaan sebuah keluarga kecil. Aku terlihat gendut dan lucu kan dengan jilbabku? Beratku sekarang sudah 5 kg lebih kayaknya. Kelak, Aku akan jadi mujahidah sholihah yang selalu mendoakan kedua orang tuaku.









Tidak ada komentar: